Tujuan dari campaign brand awareness adalah membangun kesadaran dan kesan positif terhadap produk, bisnis, ataupun perusahaan anda. Untuk membangun kesadaran tersebut, anda harus bisa menarik perhatian dan menciptakan interaksi antara audience dengan brand anda. Interaksi yang bisa dilakukan seperti menonton video, bermain games, menjawab kuis, mengisi survey, membaca artikel, diskusi, atau interaksi apapun yang bisa dilakukan di website anda.

Campaign brand awareness dapat membantu anda:

  • Meningkatkan interaksi dengan brand anda.
  • Membangun kesan posisif terhadap brand anda.
  • Meningkatkan brand loyalty.
  • Mengajak pelanggan anda untuk terus terlibat dengan brand anda.

Metric yang seharusnya anda utamakan:

1. Impression

Impression menjelaskan seberapa sering iklan anda tayang dan dilihat oleh audience. Impression tentu penting untuk semua tipe campaign apapun, tapi impression bisa lebih penting lagi khususnya untuk campaign brand awareness. Salah satu cara untuk mengoptimalkan impression adalah dengan menggunakan bidding CPM (cost per 1000 impression).

2. Customer engagement

Engagement yang maksud adalah interaksi yang dilakukan audience pada iklan maupun website. Untuk campaign search network, anda bisa mengoptimalkan nilai CTR hingga di atas 10%, tapi untuk display network anda bisa lebih fokus membangun interaksi di website. Interaksinya bisa berupa memutar video, membaca artikel, subscribe, mendownload file, dll. Anda perlu memasang kode pelacakan pada interaksi tersebut agar hasilnya bisa diukur.

Baca: Cara Menggunakan Google Tag Manager, untuk memasang kode pelacakan di website anda.

3. Reach and frequency

Reach metric hanya bisa dilihat pada campaign display dan video. Metric ini akan memberikan anda informasi mengenai seberapa banyak orang yang melihat iklan anda dan seberapa sering mereka melihat iklan anda.