Cara Membuat Kampanye Eksperimen di Google Ads

Transcript Video:

Kali ini saya akan membahas mengenai AB Testing atau eksperimen di Campaign Display. Jadi, Campaign Display ini sudah ada fitur eksperimennya. Dan kita bisa temukan di menu Custom Experiments.

Caranya adalah teman-teman tentu saja harus sudah punya plan ya, apa sih yang ingin dites atau yang kita ingin eksperimenkan itu apa? Nah, ini juga jangan terburu-buru ya. Kalau saya biasanya setelah campaign itu sudah jalan 1 bulan paling tidak setelah kita lakukan optimasi sana-sini dan menurut kita sudah cukup menujukkan hasil yang bagus.

Misalnya kita mau coba merubah bidding strategy-nya atau mungkin juga kita mau testing landing page-nya yang berbeda. Kalau seperti itu, kita bisa lakukan dengan Custom Experiments.

Kita coba buat ya!

Kita coba buat Custom Experiments untuk campaign “audience” yang ada di sini. Jadi, kita mau coba testing campaign audience ini yang pada awalnya menggunakan bidding strategy: maximize conversion.

Cara Mengecek Bidding Strategy Campaign

  1. Klik pada nama campaign-nya
  2. Pilih menu Settings
  3. Pada bagian About this campaign, perhatikan pada Bidding Strategy

Misalnya kita mau coba Target CPA di bulan ke-2 dan sudah ada suggestion. Tapi, kita masih ragu kalau langsung implementasikan. Kita mau coba testing dulu.

Cara Membuat Custom Experiment

Kemudian cara membuat Custom Experiments-nya adalah sebagai berikut:

Bagian 1: Set up
  1. Klik menu All Campaigns
  2. Klik menu Experiments
  3. Pilih Custom Experiments
  4. Klik pada tanda +
  5. Pilih Custom experiment
  6. Pada Campaign type, pilih Display
  7. Klik tombol Continue
  8. Pada kolom Experiment name, tulis nama experiment-nya (misalnya di sini saya tuliskan “Max Conv VS TCPA“)
  9. Pada kolom Description, tulis misalnya “Testing TCPA Bidding 15000
  10. Pada bagian Base campaign, pilih campaign yang akan di-testing
  11. Klik tombol save and continue.

Keterangan:
Base campaign ini adalah campaign yang ingin kita tes atau ingin kita AB Testing-kan. Campaign mirroring-nya atau campaign tandingannya disebut sebagai Trial campaign.

Nanti trial campaign-nya itu akan diberi nama sama dengan Base campaign. Tapi ditambah imbuhan sesuai yang ditulis pada kolom Experiment name. Tapi, bisa kita ubah juga di bagian kolom Suffix for the treatment name. Jadi, kalau kita tidak rubah, dia akan mengambilnya dari Experiment name.

Bagian 2: Make Changes

Setelah set up selesai, lalu sekarang kita buat perubahannya apa.

  1. Klik pada nama campaign-nya
  2. Klik menu Settings (karena kita akan merubah bidding strategy-nya)
  3. Klik Bidding > Change bid strategy
  4. Centang Set a target cost per action
  5. Pada kolom Target CPA, isi 15000
  6. Klik tulisan Save

Saran saya, sebaiknya jangan banyak variabel yang kita rubah. Jadi, 1 variabel saja akan memudahkan kita untuk menilai dari bidding yang berbeda, bagus yang mana hasilnya. Seperti itu.

Bagian 3: Schedule

Di sini, kita masuk ke bagian 3, schedule. Pada bagian ini, kita tentukan apa sih yang kita harapkan.

  1. Pada bagian Experiment goals, pada Select metric pertama pilih Conversions dan pada bagian Select pilih Increase
  2. Pada Select metric kedua pilih Cost per conversions dan pada bagian Select pilih Decrease
  3. Pada bagian Experiment split, biarkan saja default-nya
  4. Pada bagian Experiment date, pilih None
  5. Pada bagian Enable Sync, biarkan On
  6. Klik tombol Create experiment

Keterangan:
Experiment split
adalah bagaimana kita membagi traffic dan budget-nya itu dengan harapan akan merata.

Experiment dates (None)
kapan experiment itu akan dimulai dan kapan akan berakhir. Kalau ingin ended-nya fleksibel, biarkan saja pilihan None.

Jadi, nanti kita bisa melihat sambil memantau seminggu. Kalau misalnya memang hasil Trial campaign-nya sudah jauh lebih bagus, itu bisa saja lebih cepat untuk mengambil keputusannya untuk apply.

Tapi, kalau misalnya seminggu juga masih kurang lebih sama, lanjutkan terus. Kita bisa lanjutkan bahkan sampai 1 bulan untuk melihat hasilnya. Sehingga kita akan lebih confidence untuk memutuskan apakah trial yang kita jalankan itu memang kita mau apply atau mau kita remove.

Enable Sync
Jadi, kalau On itu semua perubahan yang terjadi di Base campaign, akan diimplementasikan juga dalam Trial campaign. Ini fitur yang bagus sih, sebelumnya tidak ada seperti itu.

Jika 3 bagian sudah selesai, tunggu hingga proses pembuatan Campaign Experiment selesai. Setelah selesai, pada bagian menu akan ada campaign baru (icon gelas lab) yang merupakan mirroring dari campaign audience.

Cara Melihat Perbedaan Data Base dan Trial Campaign

Kita bisa saja melihat perbedaan datanya dari level campaign. Tapi, Google sudah menyediakan report khusus. Jadi caranya adalah:

  1. Klik menu All Campaigns
  2. Klik menu Experiments
  3. Pilih Custom Experiments
  4. Klik nama experiment-nya.
  5. Untuk melihat perbedaannya, lihat pada kolom Difference

Di sini kita bisa melihat datanya. Namun, biasanya masih schedule. Jadi, besok baru bisa berjalan. 2 metric yang kita tentukan sebelumya juga akan muncul di bagian atas. Dan kita akan lebih mudah memahaminya.

Jadi, kalau misalnya ini difference-nya sudah cukup jauh, itu balik lagi, kalau cukup jauhnya lebih bagus, nah, siap-siap untuk apply yang baru.

Tapi, kalau perbedaannya jauh dan ini yang lebih bagus, berarti percuma, artinya tidak bagus atau belum siap campaign kita dirubah dengan setting-an trial. Jadi, kita tinggal klik Cancel Experiment dan Remove. Tidak kita terapkan.

Jadi, selalu ada kemungkinan untuk lebih bagus atau juga tidak lebih bagus. Kita bisa selalu mengeceknya berdasarkan data yang kita dapatkan di situ. Kalau sudah jalankan seperti ini, harusnya jangan terlalu banyak lagi yang kita utak-atik.

Maka itulah kenapa saya bilang jangan terlalu terburu-buru untuk melakukan experiment. Jadi, biarkan saja dulu kita optimasi seperi biasanya atau seperti umumnya. Nanti, mungkin setelah jalan 1 bulan atau 2 bulan, lalu kita mau tes sesuatu yang baru, baru kita eksperimenkan.

Oke, mudah-mudahan cukup jelas seperti itu saja untuk penjelasan eksperimen. Sampai jumpa di materi lainnya.

Leave a Comment

%d bloggers like this: