Cara Meminimalisir Duplicate Conversion

Transcript Video:

Halo teman-teman, kembali lagi di channel YouTube Renra Sedoya. Channel YouTube yang membahas seputar Google Ads, Google Tag Manager, Google Analytics dan produk Google lainnya. Di video kali ini, saya ingin membahas tentang cara meminimalisir duplicate conversion.

Apa Itu Duplicate Conversion?

Duplicate conversion ini adalah konversi yang dihitung lebih dari satu kali, yang harusnya dihitung hanya satu kali. Jadi, sebagai contoh misalnya ada user yang masuk ke website toko online kita yang datang dari Google, lalu dia membeli produk apa pun yang ada di website. Dan selesai sampai ke halaman thank you.

Nah, pada saat user ini sampai ke thank you page, harusnya sistem dari website toko online ini kan menghitung sebagai konversi. Tapi, kalau kondisinya user tadi me-reload beberapa kali halaman thank you, lalu dia kembali ke halaman sebelumnya dan kembali lagi ke thank you page, itu bisa dihitung sebagai konversi yang berikutnya. Padahal, ID transaksinya sama.

Kalau misalnya kondisinya seperti itu, harusnya dihitung hanya 1 konversi saja, bukan? Karena memang proses membeli produknya hanya 1 kali dengan ID transaksi yang sama. Jadi, kalau dia reload beberapa kali pun ID transaksinya akan tetap sama. Harusnya tidak dihitung sebagai konversi beberapa kali.

Bagaimana Cara Mengatasinya?

Untuk mengatasi masalah seperti itu, kita bisa gunakan Transaction ID. Jadi Transaction ID-nya akan kita kirim ke Google Ads. Sehingga nanti Google akan tahu, walaupun orang tersebut kembali lagi ke halaman thank you, ketika Transaction ID-nya sama maka tidak akan dihitung sebagai konversi yang berbeda. Jadi, tetap akan dihitung 1 konversi.

Berbeda kondisinya kalau orang tersebut kembali lagi ke halaman Home, lalu mencari produk lagi, membeli produk lainnya, dan masuk lagi ke halaman thank you. Kalau seperti itu, transkasi yang kedua itu akan dihitung sebagai konversi.

Kenapa?

Karena Transaction ID-nya sudah jelas berbeda dan value-nya berbeda. Jadi, berbeda ya contohnya dengan yang pertama. Kalau yang pertama hanya di-reload saja. Hanya membuat conversion tag-nya itu pairing lagi. Tapi, dia bukan benar-benar transaksi yang berbeda.

Di Google Tag Manager, kalau kita menggunakan template dari sini, Google Ads Conversion Tracking, ini kita bisa melihat Transaction ID. Nah, nanti Transaction ID-nya yang didapat dari websitenya, misalnya Tokopedia, itu akan kita kirim ke Google Ads melalui kolom Transaction ID ini.

Cara Tracking Konversi Google Ads via Google Tag Manager

Kita coba praktekkan. Jadi, saya akan gunakan website tokopedia.com. Kalau misalnya kita mau menggunakan ini, tentu saja website kita harus memberikan atau menyediakan Transaction ID. Tapi, harusnya semua website e-commerce atau toko online yang transaksinya terjadi di website, itu harusnya di hasil akhir dari purchase di halaman thank you harusnya mengirim data Transaction ID.

Misalnya product item-nya, user ID, value, dan informasi lainnya. Jadi, di halaman thankk you itu harusnya dikirim banyak informasi yang terkait dengan transaksi tersebut.

Nah, sekarang kita coba mulai, saya akan demonstrasikan.

  1. Klik tombol Preview
  2. Masukkan URL website-nya
  3. Klik tombol Connect

Jadi, di sini kalau kita lihat sudah connect. Dan pada bagian sebelah kiri akan muncul banyak event yang tercatat. Kita coba random saja beli satu produk. Nanti akan masuk ke halaman thank you. Jadi, kalau kita lihat di bagian sebelah kiri ada transaction.

  1. Klik transaction tersebut
  2. Klik pada tab Data Layer

Cara Mendapatkan Transaction ID

Data Layer itu berisi tentang informasi transaksi. Ini banyak banget sih, biasanya dinamakan ecommerce. Jadi, kita bisa lihat datanya seperti revenue atau jumlah yang harus dibayarkan. Kemudian di sini ada ID. Nah, nanti kita akan pakai ID yang ada di sini saja. Kita asumsikan ini ID yang tercatat di sini adalah Transaction ID. Karena kalau saya cek di sini ada beberapa ID-ID yang unik. Tapi, pakai yang ini saja untuk Transaction ID-nya karena ini satu bagian ecommerce yang berisi produk yang dibeli dan total transaksi.

Pertama kita harus menangkap ID ini di Google Tag Manager. Jadi, cara menangkap atau cara mencatat ID ini, caranya adalah:

  1. Kembali lagi ke Google Tag Manager
  2. Klik menu Variables
  3. Pada bagian User-Defined Variables, klik tombol New
  4. Klik di Variable Configuration
  5. Pilih Data Layer Variable
  6. Pada bagian Data Layer Variable Name, masukkan ecommerce.purchase.actionField.id
  7. Beri nama variabelnya purchase_id atau transaction_id
  8. Klik tombol Save

Lakukan hal yang sama untuk menangkap total transaksi atau revenue. Namun, pada bagian Data Layer Variable Name, masukkan ecommerce.purchase.actionField.revenue dan beri nama variabelnya revenue.

Cara Mengecek Transaction ID Sudah Ditangkap

Nah, kalau kita ingin mengetes kembali boleh. Caranya sama seperti yang sebelumnya.

  1. Klik tombol Preview
  2. Masukkan URL website-nya
  3. Klik tombol Connect
  4. Beli produk kembali hingga masuk thank you page
  5. Klik transaction
  6. Pada tab Variables, perhatikan purchase_id, jika pada kolom value sudah muncul ID, berarti sudah berhasil ya!

Kalau sudah seperti ini, kita hanya tinggal memanggilnya saja.

  1. Klik menu Tags
  2. Klik tombol New
  3. Klik Tag Configuration
  4. Pilih Google Ads Conversion Tracking
  5. Klik Create pada bagian Conversion Linker tag missing in container
  6. Ikuti saja bagaimana default-nya, klik tombol Save
  7. Isi kolom Conversion ID dengan ID buatanmu (bebas)
  8. Isi kolom Conversion Label dengan nama label buatanmu (bebas)
  9. Isi kolom Conversion Value dengan memilih revenue
  10. Isi kolom Transaction ID dengan memilih purchase_id
  11. Isi kolom Currency Code dengan IDR

Untuk bagian Triggering, kita buat baru dengan cara:

  1. Klik tanda +
  2. Klik Tag Configuration
  3. Pilih Custom Event
  4. Isi kolom Event Name dengan transaction
  5. Beri nama trigger dengan transaction
  6. Klik tombol Save

Tes dan cek kembali dengan masuk ke Preview Mode. Pada menu transaction, akan muncul nama tag yang sudah dibuat pada bagian Tags Fired. Klik dan lihatlah dengan detail. Transaction ID, Conversion Value, Conversion ID, Conversion Label hingga Currency Code sekarang sudah berhasil terlacak.

Dengan kita melengkapi data atau parameter yang diminta untuk Conversion Tracking Google Ads ini, maka Google bisa memahami secara detail kondisi dari transaksi atau konversi yang terjadi di website kita. Jadi, ketika ada yang tadi me-reload beberapa kali dan harusnya tidak dihitung, dengan adanya ini, jadi tidak akan dihitung lagi.

Perbedaan Count dan Transaction ID

Sekarang mungkin teman-teman akan ada yang bertanya ini kaitannya dengan opsi Count pada bagian Conversion action settings di Google Ads. Jadi, kenapa saya bahas ke sini, karena ini juga kalau kita lihat penjelasannya “select how many conversions to count per click or interaction“.

Jadi, kalau misalnya kita lihat di sini, ada pilihan One. Kalau misalnya kita menggunakan event click seperti WhatsApp atau form sign up, itu kita direkomendasikan memilih One. Karena kita ingin mendapatkan unique user/lead. Jadi tida duplikat orangnya. Makanya dibuat One. Kalau ada orang yang mengklik tombol WhatsApp berkali-kali, dia akan tetap dihitung satu konversi setiap terjadinya klik.

Tapi, kalau Every, ini direkomendasikan untuk transaksi di e-commerce. Karena kalau dia misalnya membeli produk yang pertama sampai ke halaman thank you akan dihitung sebagai transaksi pertama.

Lalu, dia membeli lagi produk yang berbeda. Jadi, kondisinya akan menghasilkan 2 konversi yang berbeda karena Transaction ID-nya berbeda walaupun orang itu berasal dari Ad Click yang sama. Jadi, satu Ad Click dengan Every itu bisa menghasilkan multiple conversion. Selama conversion ID-nya memang berbeda.

Jadi, di situ perbedaannya. Fungsi dari Count di Google Ads dengan fungsi dari Transaction ID yang dibuat di Google Tag Manager.

Mudah-mudahan ini bisa dipahami. Memang agak sedikit detail atau advanced penjelasannya untuk teman-teman yang baru belajar Google Ads. Tapi, tidak apa-apa, dicoba tulis saja pertanyaannya kalau ada yang ingin ditanyakan dan kurang bisa dimengerti.

Thank you, sampai jumpa di video lainnya.

Leave a Comment

%d bloggers like this: