Implementasi Similar Audience pada Display Campaign

Transcript Video:

Halo semuanya, kembali lagi di Channel YouTube Renra Sedoya. Di video kali ini, saya ingin membahas tentang studi kasus similar audience yang saya terapkan di sini. Dan setelah kita cek hasilnya juga bagus. Jadi, ini menarik buat kita bahas bersama-sama. Mungkin bisa menjadi masukan buat teman-teman atau insight yang bisa diterapkan di campaign masing-masing.

Di campaign yang terlihat di layar monitor saya ini, ini adalah campaign display. Kita bisa lihat di sini (Type: Display). Dimana campaign display ini saya menggunakan similar audience. Jadi, kalau kita lihat di menu Audience-nya, di sini saya pakai similar audience. Similarnya berasal dari 3 source:

  • Similar to All Converters
  • Similar to AdWords optimized list
  • Similar to All visitors (AdWords)

Sebelum kita membahas similar, kita harusnya perlu tahu juga ya All Converters, AdWords optimized list dengan All visitors (AdWords) karena kan similar-nya similar to dari masing-masing remarketing list ini atau sekarang sebutannya your data ya. Tapi, lebih enak remarketing list istilahnya ya. Jadi, kita harus tahu dulu nih remarketing list atau your data istilah sekarang.

Apa Itu Remarketing List?

Remarketing atau your data ini adalah orang-orang yang dikumpulkan di dalam audience list, di menu audience manager. Nah, audience itu berisi orang-orang yang sudah berinteraksi di website kita. Bisa juga sih kita upload data misalnya lewat fitur customer match. Kita upload datanya misalnya berupa data email, nanti juga bisa menjadi remarketing list dan bisa dibuatkan otomatis similar-nya. Kan bisa gitu.

Dari Mana Remarketing List?

Nah, kemudian remarketing list ini bersumber dari mana? Kita coba jabarkan dulu ya. Jadi, tentunya tidak langsung tiba-tiba ada audience ini soalnya kan. Jadi, semuanya itu berasal dari traffic. Traffic ini orang yang datang dari iklan ke website kita.

Jadi, setelah traffic datang ke website kita, kita memasang conversion tracking. Atau remarketing tag di website kita. Nah, ketika kita sudah set up conversion tracking atau remarketing tag-nya itu, nanti pasti akan ke-record. Traffic yang masuk ke-record, maka akan dimasukkan ke dalam remarketing list atau your data atau audience list.

Dimasukkan tuh ke dalam list-nya. Biasanya nanti ada duration membership-nya kan. Biasanya 30 hari default-nya. Bisa juga diubah sih. Nanti, dari data remarketing list itu akan diproses sama sistem, ada algoritmanya, diproses bagaimana bisa menemukan similar audience-nya.

Syarat untuk Mendapatkan Similar Audience

Ini memang ada syaratnya juga. Jadi, kalau datanya masih ada sedikit ya tentu tidak bisa. Biasanya itu, datanya harus minimal punya 1000 cookies. 1000 cookies itu maksudnya 1000 user active yang ada di remarketing list-nya. Nanti baru bisa diproses untuk menghasilkan similar audience. Tapi, mungkin di bawah itu mungkin bisa, tapi optimalnya, karena requirement-nya untuk remarketing campaign juga 1000. Kecuali yang display atau Google Display Network itu 100 requirement-nya.

Kemudian, setelah diproses baru akan menghasilkan similar. Jadi, berasalnya dari Similar to All Converters, baru terjadilah similar atau orang-orang yang punya kemiripan behavior atau perilakunya terhadap masing-masing similar to.

Definisi Masing-Masing Similar

Sekarang kalau kita bahas definisinya untuk masing-masing similar, pasti teman-teman kalau masuk ke audience manager dan akan melihat list ini ya kalau sudah set up conversion tracking-nya.

Sekarang di sini ada Similar to All visitors (AdWords). Ini kan otomatis dibuatkan sama sistem. Ini adalah orang-orang yang ke-record oleh remarketing tag. Jadi, saat kita buat remarketing tag misalnya seperti Google Tag Manager, lalu kita deploy ke all pages, itu akan menghasilkan all visitors.

Kemudian ada juga Similar to All Converters. Kalau all converters ini adalah orang-orang yang berinteraksi dengan conversion action yang kita buat.

Kalau Similar to All visitors (AdWords), ini masuk ke global site tag-nya atau remarketing list-nya saja tanpa kita membuat conversion action yang spesifik. Ini masuknya ke all visitors. Tapi, kalau misalnya kita buat WhatsApp Click misalnya namanya, ini masuk ke Similar to All Converters. Atau kalau misalnya kita buat yang lain juga masuknya ke all converters.

Bahkan, kalau kita buat visit, kita deploy-nya ke all pages, itu bisa masuk juga ke all converters. Jadi, semua conversion action yang kita buat secara manual masuknya ke Similar to All Converters.

Lalu, ada juga Similar to AdWords optimized list. Ini juga otomatis dibuat oleh sistem Google. Ini berasal dari beberapa sumber. Mungkin semua sumber ya. Tapi, dioptimasikan menghasilkan sebuah list baru yang bernama Similar to AdWords optimized list.

Nah, lalu dari masing-masing data itu, karena sudah cukup datanya, Google membuatkan similar-nya. Membuatkan similar-nya untuk masing-masing dan jadilah seperti ini.

Jadi, ketika saya menjalankan campaign display ini, saya buatkan salah satu targeting-nya di Ad Group terpisah. Lalu, saya beri nama Ad Group-nya “Similar“. Saya masukkan audience-nya similar. Begitu.

Bagaimana Proses Terjadinya Similar?

Kenapa kita lihat di sini hasilnya bagus?

Kalau kita menganalisa dari data sumber, dari orang-orang yang masuk ke dalam sini, ini bersumber dari campaign Search. Jadi, campaign search dalam hal ini menjadi pintu gerbang audience-nya nih. Menjadi yang pertama untuk mengambil atau mengumpulkan audience-nya itu dari campaign search.

Nah, campaign search ini kan sudah pasti punya sinyal yang sangat kuat yang artinya orang-orang yang memang punya minat ingin membeli produk ini.

Lalu, ketika dia masuk website, berinteraksi dan terjadi konversi, maka orang-orangnya akan dimasukkan ke dalam audiece list atau marketing list. Kemudian Google membuatkan similar-nya berdasarkan search behavior atau perilaku user ketika mencari keyword di Google.

Nah, jadilah similar, gitu. Similar ini lalu kita pakai di sini (list audience). Nah, berarti apa yang kita pakai di sini ini menurut saya sih levelnya itu sudah lebih di atas dari interest dan affinity. Dia mungkin mirip-mirip seperti in market tapi ini based on search behavior bagusnya seperti itu. Berdasarkan perilaku orang-orang yang masuk ke dalam list ini saat mereka mencari keyword di Google. Gitu.

Similar ini juga akan berubah dari waktu ke waktu dan akan ter-update secara otomatis. Jadi, dia mengikut data yang ada di Similar to All Converters, Similar to AdWords optimized list dan Similar to All visitors (AdWords). Itu kan datanya akan berubah tergantung dari traffic asupannya.

Kalau bulan ini misalnya kualitasnya jelek, bisa jadi similar-nya juga jelek. Misalnya salah sasaran lah misalnya. Kita ngumpulin orang-orang yang tidak tertarget. Berarti similar-nya juga kemungkinan tidak tertarget juga.

Tapi, kalau misalnya audience list-nya bagus. Apalagi berasal dari search, berarti pengembangannya ke similar-nya itu harusnya juga bisa bagus. Walaupun tidak ada garansi tentu saja. Tapi, dari sisi cara kerjanya kan seperti itu.

Jadi, teman-teman bisa coba ya tinggal buat saja ad group baru misalnya ya, jadi sengaja saya pisah kalau bisa mungkin ada campaign tersendiri. Balik lagi ke strategi masing-masing. Tapi, paling tidak, bikin ad group sendiri, lalu masukkan audience similar-nya. Tinggal masukkan saja, nanti kita bisa lihat hasilnya seperti ini dan kita bisa cek juga bagaimana kualitas leads yang dihasilkan sama tim CS-nya.

Kalau misalnya konversinya bagus, berarti memang similar audience-nya bisa kita katakan punya kualitas yang OK nih. Yang mungkin memang sumbernya sama seperti yang saya jalankan ini, sumbernya berasal dari traffic yang high quality.

Oke, seperti itu sih kira-kira teman-teman ya. Jadi, ini bisa menjadi masukan siapa tahu bisa dicoba oleh teman-teman. Ini sekali lagi bisa dari traffic yang datang dari website atau teman-teman upload data kalau sudah punya data customer ya upload saja dari customer match itu juga sangat disarankan. Karena memang based on data, sudah lebih matang datanya karena dia sudah isi form misalnya, lalu di-upload. Itu bagus.

Seperti itu saja, mudah-mudahan bermanfaat. Jangan lupa subscribe dan untuk teman-teman yang ingin tahu lebih jauh lagi tentang Google Ads, bisa coba join di membership channel YouTube ini. Terima kasih dan sampai jumpa di video lainnya. Thank you.

Leave a Comment

%d bloggers like this: