Campaign Google Ads yang berkembang dan dapat memberikan profit yang maksimal pasti menjadi dambaan para pengiklan. Menerapkan strategi scale up yang tepat dapat menjadi salah satu cara untuk mencapai hal tersebut. Apalagi, sebentar lagi akan ada momen Ramadan yang dapat menjadi peluang besar untuk bisnis agar menjadi semakin ramai. Yuk, mari kita bahas bersama bagaimana caranya memanfaatkan Google Ads, menerapkan strategi scale up dan insight Ramadan 2025!
Apa Itu Scale Up Google Ads?
Scale Up Google Ads adalah strategi yang digunakan untuk mengembangkan campaign yang sudah berjalan dengan baik agar mendapatkan hasil yang lebih maksimal lagi. Jadi, jika campaign kita sudah berjalan dengan baik dan stabil, daripada terus menjaganya tetap stabil, kita bisa meng-upgrade campaign agar mendapatkan jangkauan dan konversi yang lebih besar.
Google sendiri sudah memiliki panduan khusus yang bernama Scale Up Playbook, yang dibuat berdasarkan:
- Analisis performa ratusan akun dan ribuan campaign selama setahun
- Verifikasi dari para ahli produk
- Feedback dari praktisi, seller, dan klien
Panduan Scale Up Google Ads
Ada beberapa fase dalam proses scale up Google Ads. Setiap fase memiliki tujuan dan strategi yang berbeda. Berikut ini adalah beberapa fasenya:
Fase 0: Set-up
Fase ini adalah tahap awal atau persiapan sebelum campaign berjalan. Fokus utamanya adalah membangun landing page yang simpel dan mobile-friendly. Landing page yang baik harus memiliki beberapa elemen berikut ini:
- Main Headline: judul utama yang relevan dengan iklan
- Sub-Headline: Penjelasan singkat tentang produk dan manfaatnya
- Hero Shot: gunakan video produk untuk menarik perhatian dan meningkatkan konversi
- Product Benefits: Jelaskan manfaat produk sesuai dengan kebutuhan audiens
- Call to Action (CTA): Arahan untuk langkah selanjutnya
- Customer Reviews: Tampilkan review customer, akan lebih bagus jika menampilkannya dalam bentuk video
- KOL/Expert Endorsement: Sertakan testimoni dari KOL atau ahli
Selain itu, jangan lupa untuk set up tracking untuk konversi di website dan Google Ads. Gunakan Google Tag Manager, Google Site Tag, dan Google Analytics untuk memantaunya.
Fase 1: Learn
Dalam fase ini, Google akan mempelajari data dari campaign iklan menggunakan teknologi AI. Biasanya akan memakan waktu 2 hingga 3 minggu. Tujuannya untuk memahami audiens yang paling relevan dengan bisnis kita.
Strategi yang dilakukan pada tahapan ini biasanya:
- Menggunakan search campaign dengan keyword broad atau phrase match
- Gunakan strategi bidding maximize clicks atau maximize conversions
- Jangan gunakan target CPA di awal agar Google bisa fokus mempelajari campaign kita
Fase 2: Optimize
Di fase 2 ini, kita akan mulai fokus pada target CPA dan meningkatkan volume konversi. Format campaign yang direkomendasikan pada fase ini:
- Search campaign: broad match dengan target CPA
- Demand gen campaign: fokus pada remarketing, in-market audience, atau affinity audience
Fase 3: Scale
Fase ini adalah ini dari proses scale up. Tujuan utamanya adalah untuk meningkatkan konversi hingga 5x lipat! Dalam fase ini, format campaign yang direkomendasikan adalah:
- Demand gen campaign tanpa targeting spesifik
- Performance max dengan target CPA
Untuk melakukan scale up Google Ads, kita dapat meningkatkan budget secara bertahap mulai dari 10% hingga 20% sambil terus memantau stabilitas CPA. Ada 2 cara untuk melakukan scale up:
- Vertical Scaling: menambah budget campaign
- Horizontal Scaling: menambah CPA atau inventory di Google Ads
Selain itu, kita juga dapat melakukan Offline Conversion Tracking (OCT) menggunakan Google Click ID (GCLID) untuk memberikan data leads yang lebih berkualitas ke Google Ads, sehingga Google akan menargetkan audiens dengan lebih optimal lagi.
Fase 4: Lead
Fase ke-4 ini bertujuan untuk membangun brand awareness dan meningkatkan customer lifetime value. Biasanya, yang berhasil memasuki fase ini adalah brand-brand besar yang sudah terkenal dan memiliki banyak customer di seluruh dunia karena di fase ini membutuhkan modal yang besar juga.
Insight Ramadan 2025
Ketika memasuki bulan Ramadan, biasanya akan muncul banyak bisnis baru maupun yang sudah ada tapi menjadi lebih menjamur daripada hari-hari sebelumnya. Penjualan para pemilik bisnis juga biasanya menjadi lebih meningkat karena ada perubahan perilaku customer yang sangat signifikan. Mulai dari belanja kebutuhan pokok, makanan, fashion, dan sebagainya mengalami peningkatan.
Berikut ini adalah beberapa kategori pencarian yang populer di bulan Ramadan:
1. Kata Kunci Keagamaan
- Jadwal sholat
- Niat puasa
- Ayat kursi
- Adzan maghrib
2. Makanan dan Resep
- Susu evaporasi
- Bumbu opor ayam
- Caara membuat roti pisang
- Es teler
Fashion dan Kecantikan
- Make up untuk lebaran
- Pakaian muslim/muslimah
Selain itu, ada banyak yang mencari prosuk kesehatan seperti skincare dan perawatan mulut juga selama Ramadan.
Kesimpulan
Mengembangkan campaign Google Ads dengan strategi scale up memang membutuhkan persiapan yang matang dan campaign yang sudah berjalan dengan stabil. Oleh karena itu, kita bisa mulai dengan memperbaiki landing page, lakukan optimasi pada campaign, dan tingkatkan konversi agar dapat segera melakukan scale up.
Selain itu, manfaatkan momen seperti Ramadan untuk meningkatkan penjualan dan memanfaatkan insight ramadan untuk membuat campaign yang lebih relevan.
Semoga Panduan Scale Up Google Ads dan Insight Ramadan 2025 ini bermanfaat. Sampai jumpa di artikel Google Ads yang selanjutnya 🙂