Video  Transcript:

Di video ini kita akan membahas mengenai keyword research. Goal dari materi ini adalah kita akan belajar bagaimana menemukan ide kata kunci yang yang relevan dan potensial. Pontensial di sini maksudnya keyword tersebut bisa menghasilkan konversi. Karena kadang-kadang sistem Google memunculkan iklan kita di kata kunci yang relevan. Tapi, sebenarnya kata kunci itu tidak potensial alias tidak menghasilkan konversi yang kita inginkan.

Nah, di sini kita akan membahas hal itu.

Apa itu Keyword?

Keyword adalah kalimat atau phrase yang user ketikkan di Google dimana akan memicu iklan kita muncul di halaman pencarian. Misalnya, di sini ada orang yang mengetikan “jual apartemen jakarta barat”. Lalu, di bagian pencarian, akan ada hasil iklan yang muncul. Iklan ini harusnya memang iklan yang menjual apartemen di Jakarta Barat. Maka iklan tersebut harusnya relevan. Karena sama-sama jual apartemen.

Tapi kalau ada iklan yang munculnya ini di Jakarta Timur misalnya, sistem bisa saja menganggapnya masih relevan ya karena memang menjual apartemen juga. Tapi, karena sebenarnya apartemennya misalnya di Jakarta Timur, sementara orang mau belinya apartemen di Jakarta Barat, maka keyword yang digunakan oleh iklan ini mungkin karena broad atau gimana sehingga hasilnya tidak terlalu berpotensi menghasilkan konversi.

Target VS Negative Keyword

Target keyword ini adalah keyword positif yang kita gunakan. Misalnya, sebagai contoh di sini menjual apartemen jakarta barat. Berarti target keyword targetnya kurang lebih seperti ini:

Jual Apartemen Jakarta Barat

Jelas nih. Kalau orang mengetikkan “jual apartemen jakarta barat” ya iklannya kita harapkan bisa tayang karena memang menjual apartemen di Jakarta Barat. Tapi kalau ada orang yang mengetikkan:

  • jual apartemen jakarta utara
  • jual apartemen jakarta pusat
  • jual apartemen jakarta selatan
  • jual apartemen jakarta timur

Misalnya kita ga mau nih iklan kita bisa tayang di sana karena kita anggap iklan itu tidak terlalu berpotensi. Sehingga, kita perlu menegatifkan keyword-keyword tersebut:

  • Jakarta Utara
  • Jakarta Pusat
  • Jakarta Selatan
  • Jakarta Timur

Dengan membuat kata kunci yang negatif tersebut, iklan hanya akan muncul kalau orang itu mencari apartemen yang di Jakarta Barat. Lebih spesifik ya. Jadi, cara kita mengontrol iklan harus muncul atau tidak salah satunya adalah melalui negatif keyword.

Untuk negatif keyword juga sebenarnya ada 3 match type:

  • Tipe Broad
  • Tipe Phrase
  • Tipe Exact

Untuk lebih memahaminya, teman-teman bisa lihat detailnya di https://renrasedoya.com/negative-keyword/. Di sana akan ada penjelasan detailnya bagaimana tipe dari masing-masing match type-nya.

Search Term

Kita juga harus tahu yang namanya Search Term. Nah ini bisa dipraktekkan oleh teman-teman yang iklannya sudah jalan ya. Baru nanti akan ada search termnya. Jadi, di awal saat kita baru saja membuat campaign, kita harus memasukkan target keyword dan negative keyword-nya apa untuk dijadikan gambaran bahwa iklan kita mau muncul di kata kunci apa dan tidak ingin muncul pada kata kunci apa.

Tapi, search term ini akan muncul datanya setelah iklan berjalan. Jadi, search term ini adalah actual, realita atau hasil dari iklan itu apa.

Di sini kita bisa melihat daftar search termnya dalam tabel seperti:

  • Search Term, keyword-keyword yang memang orang ketikkan di google yang memicu iklan kita tayang
  • Match Type
  • Added/Excluded, kalau misalnya none berarti kata kunci ini belum kita gunakan, sementara added adalah kata kunci yang sedang kita gunakan. Di sini kita bisa fokus pada none agar kita bisa menambah kata kunci.
  • Ad Group
  • Cost, untuk melihat sudah menghabiskan berapa banyak budget
  • Conversion
  • Cost/Conv

Artinya, kalau kita lihat dalam tabel, keyword yang berstatus none harusnya bisa kita gunakan. Dan kalau misalnya kita lihat ada keyword yang none dan performancenya bagus, maka kita bisa centang keywordnya dan tambahkan ke dalam ad group. Atau bisa kita pisahkan untuk dimasukkan lewat Google Ads Editor.

Ada juga di sini kalau teman-teman lihat yang sudah menghabiskan cost 200rb+ dan masih none atau belum kita gunakan, tapi ternyata konversinya jelek sehingga cost/conv juga mahal. Kalau melihat keyword yang seperti ini di Search Term, bisa dijadikan negative keyword. Sama seperti yang sebelumnya, kita bisa centang dan masukkan ke negative keyword.

Lalu, bagaimana kita bisa menemukan ide kata kuncinya? Karena kata kunci ini ada banyak, akan ada banyak cara juga sebenarnya. Tapi, di sini saya akan menggunakan cara yang paling sederhana.

Google Auto-Complete

Jadi, misalnya kalau kita ketikkan ” jual apartemen” di kolom pencarian, sebelum kita klik enter atau tanda kaca pembesar, akan muncul beberapa saran yang muncul di bawahnya. Nah, di situ lah kita bisa melihat beberapa kata kunci. Kalau saya sih ga harus diambil semuanya untuk dijadikan keyword. Tapi kita harus bisa melihat polanya.

Pola di sini maksudnya ada:

  1. Buyer Keyword, seperti jual, beli, dijual, harga, dll
  2. Product, misalnya di sini apartemen
  3. Product Detail, misalnya lokasi seperti Jakarta Barat atau nama apartemennya

Jadi, ini adalah pola yang harus kita pahami. Dalam melakukan riset kata kunci, sebaiknya tidak harus cepat-cepat. Sebaliknya, kita harus memahami polanya terlebih dahulu.

Google Searches Related

Kalau teman-teman mengetikkan sesuatu di Google, perhatikan bagian bawah. Biasanya akan ada beberapa kata kunci yang relevan dengan yang kita cari.

Sebagai contoh di sini saya akan mencari “jual meja tamu”. Lalu coba scroll dan lihat bagian paling bawah. Kita juga bisa mengambil beberapa kata kunci dari sini.

Selain itu, kita juga bisa melihatnya dari judul-judul yang ada pada website lain pada hasil pencarian di Google.

Keywords Everywhere

Selain dari Google, kita juga bisa melihat ide-ide kata kunci lainnya dari tools atau extension Google Chrome yang bernama “Keyword Everywhere“. Cara menggunakannya:

  1. Ketik Keyword Everywhere
  2. Kamu akan diarahkan ke website atau Google Chrome Extension
  3. Install extension
  4. Ide kata kunci akan muncul di bagian kanan mesin pencari

Google Search Console

Hal ini bisa dipraktekkan kalau teman-teman sudah menjalankan SEO dan sudah mendapatkan traffic dari SEO. Lalu, teman-teman bisa melihat ini di Google Search Console.

Di sini kita bisa lihat di bagian query-nya, bisa difilter juga dan teman-teman bisa lihat keyword-keyword apa saja yang berhubungan dengan term atu query tertentu yang mendatangkan traffic ke website kita. Nah, hal itu juga bisa menjadi sumber keyword. Karena ini juga berupa Search Term, tapi yang organik.

Keyword Planner

Ini adalah salah satu tools utama yang memang sudah disiapkan oleh Google untuk melakukan riset kata kunci. Keyword Planner bisa kita akses melalui akun Google Ads. Untuk menggunakan Keyword Planner, teman-teman bisa lakukan:

  1. Ke menu Tools & Settings
  2. Pada bagian Planning, pilih Keyword Planner
  3. Isi kolom pencarian dengan beberapa target keyword yang kamu inginkan
  4. Klik tombol Get Result
  5. Akan muncul statistik, tabel dan pengaturan lainnya

Keterangan:

  • Broaden your search, bagian ini adalah saran untuk menambahkan kata kunci yang relevan
  • Refine keywords, untuk filter kata kunci

Data kata kunci yang ada di sini menjadi sumber penting. Kamu bisa melihat pada bagian Keyword (by relevance) dan mengambil beberapa kata kunci.

Pada menu bagian kiri, ada Grouped ideas. Di sini, kata kunci yang relevan akan dijadikan grup. Misalnya yang berhubungan dengan “harganya”.

Cara Mengumpulkan Data Ide Kata Kunci

Setelah kita menggunakan 3 sumber kata kunci, lalu bagaimana kita mengumpulkan datanya? Caranya mudah. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, jadi kita akan bagi menjadi 3 kelompok, seperti berikut:

Buyer Keyword:

  • Jual
  • Harga
  • Diskon

Product:

  • Meja Tamu

Product Detail:

  • Murah
  • Terbaik
  • Minimalis
  • Kayu
  • Berkualitas
  • Jati
  • Terbaru

Ini bisa banyak datanya. Jadi, teman-teman bisa explore dan riset lebih banyak lagi untuk melihat sumber kata kunci dan pelajari polanya.

Keyword Mapping

Misalnya kita sudah dapatkan kata kuncinya. Lalu, apa yang kita lakukan selanjutnya? Setelah dapat datanya, teman-teman bisa melakukan Keyword Mapping. Hal ini sama seperti langkah yang sebelumnya yaitu mengumpulkan data kata kunci. Hanya saja agar lebih mudah dibaca teman-teman bisa mengubahnya menjadi bentuk tabel.

Jika teman-teman memiliki atau menjual sesuatu yang berhubungan dengan lokasi, teman-teman bisa menambahkan 1 kolom bernama “Location”.

Jadi, akan ada 4 kelompok:

  1. Buyer Keywords
  2. Product
  3. Product Detail
  4. Location

Tapi, jika tidak berhubunagn dengan lokasi, sepertinya 3 kelompok juga sudah cukup.

Keyword Mixer

Kalau sudah, kita akan mix atau rangkai bagian kata-kata di kelompok tadi menjadi sebuah keyword. Di sini saya sudah sediakan tools yang namanya Keyword Mixer. Cara menggunakannya adalah:

  1. Akses https://renrasedoya.com/keyword-mixer
  2. Di sini kita bisa masukkan kata-kata sesuai dengan kelompok yang ada dalam keyword mapping. Kita bisa memasukkan juga 1 per 1 di bagian Buyer Keywords untuk dijadikan Ad Group.
  3. Pilih match type
  4. Klik tombol Mix!
  5. Copy kata kunci yang berada di dalam Results
  6. Paste ke note atau yang lainnya

Semakin banyak variasinya, bisa semakin banyak Ad Group yang teman-teman buat. Jika dipisahkan seperti ini Ad Groupnya karena 1 tema. Hasilnya, nanti iklan juga akan menjadi lebih relevan.

Kalau sudah dibuat seperti ini, sudah siap pakai dan kita bisa masukkan ke Ad Group lalu buatkan iklannya.

Tools untuk Riset Kata Kunci yang Lainnya

Selain itu, di sini sebagai tambahan, kita juga bisa memperluas untuk mencari ide kata kunci ada tools yang namanya “Keyword.io“. Nanti bisa dicek dan langsung praktekkan dengan cara:

  1. Masukkan kata kunci pada kolom sebelah kiri
  2. Pilih lokasi
  3. Klik tombol search
  4. Akan muncul banyak ide kata kunci

Biasanya di sini keywordnya long-tail jadi bisa digali lebih dalam lagi.

Ada juga tools yang namanya KWFinder. Dan di Google ada banyak tools lainnya juga teman-teman bisa cari dengan mengetikkan “Keyword Research Tools”.

Ada juga tools lainnya bernama Ahrefs. Ini adalah tools premium. Teman-teman harus subscribe dulu di websitenya. Tools ini sangat bagus karena nanti kita bisa melihat kata kunci yang berasal dari website tertentu. Kita jadi bisa melihat juga website kompetitor mendapat traffic dari keyword apa saja. Ini juga bisa dijadikan sebagai ide baru untuk menambah kata kunci.

Semoga materi ini bermanfaat dan sampai jumpa di materi lainnya.