Otomatisasi Google Ads dengan Smart Bidding, Broad Match Keyword dan Responsive Search Ads

Halo teman-teman, kembali lagi dengan saya Renra Sedoya di podcast Renra Sedoya, podcast yang membahas seputar Google Ads. Di podcast kali ini, saya tidak akan menjawab pertanyaan yang masuk ke inbox saya. Tapi, di sini saya ingin membahas satu topik yang cukup menarik, yaitu tentang Automation. Karena topik ini cukup terkait dengan perkembangan Google Ads akhir-akhir ini.

Pembahasan mengenai automation ini saya akan bagi menjadi 3 bagian:

  • Bidding
  • Broad Match
  • Responsive Search Ads

Jadi, 3 bagian ini memang erat sekali kaitannya dengan automation dan machine learning. Dimana kita mau tidak mau harus mengikuti perkembangan ini karena banyak update dari Google yang mengarahnya memang ke sana.

Smart Bidding

Kalau kita bicara soal Smart Bidding, sebagai informasi mungkin ada teman-teman yang belum tahu bahwa Smart Bidding ini bagian dari Automated Bid. Kalau teman-teman masuk ke campaign setting, itu akan menemukan dua bagian yaitu:

  • Automated Bidding
  • Manual Bidding

Di Automated Bidding ini, kita akan menemukan beberapa pilihan yang termasuk Smart Bidding. Di antaranya, ada:

  • Target CPA
  • Target ROAS
  • Maximize Conversion
  • Maximize Conversion Value

Jadi, itu yang menjadi bagian yang disebut sebagai Smart Bidding.

Kenapa Smart Bidding ada kata smart?

Berarti dia punya kemampuan yang lebih di antara jenis bidding lainnya dan melibatnya machine learning untuk menentukan bid yang paling tepat agar mendapatkan conversion yang optimal dan penentuan bid-nya ini secara real time dalam proses auction. Makanya biasa disebut dengan auction time bidding.

Bicara soal bidding, teman-teman harusnya punya gambaran fungsinya apa dan bagaimana cara kerjanya ya. Mungkin bisa coba cari juga di YouTube.

Dari Smart Bidding itu sebenarnya kalau kita breakdown lagi, itu terbagi menjadi 2 bagian. Kalau misalnya business goal dari teman-teman adalah meningkatkan sales atau leads, itu akan mengacu pada bidding strategy Maximize Conversion atau Target CPA.

Tapi, kalau misalnya business goal-nya ingin mendapatkan revenue yang maksimal atau profit yang maksimal, itu biasanya terkait dengan website e-commerce yang transaksinya memang terjadi di website, itu biasanya disarankan menggunakan Target ROAS atau Maximize Conversion Value.

Itu sekilas tentang bidding dan smart bidding sendiri.

Jadi, smart bidding ini masuk dalam topik automation karena dia punya kemampuan untuk mengatur secara otomatis bidding-nya berdasarkan sinyal yang dimiliki oleh sistem Google, termasuk dari sinyal yang didapatkan dari audience.

Jadi, saking kompleksnya sinyal-sinyal itu, makanya kita akan mengalami kendala ketika kita masih menggunakan pure manual CPC yang kita harus set. Sementara smart bidding sudah punya kemampuan yang bisa diotomatisasi untuk menentukan bid yang paling tepat secara real time.

Real time dalam arti proses auction-nya. Jadi, untuk saat ini dan ke depannya saya akan selalu menggunakan smart bidding ketika dihadapkan dengan campaign yang business goal-nya itu terkait dengan leads atau revenue.

Nah, itu tentang smart bidding ya.

Broad Match

Kemudian, kedua soal broad match. Ini juga penting ya teman-teman. Perkembangannya cukup drastis sih, jadi kalau saya bicara soal match type di tahun lalu mungkin, kita masih banyak fokus ke 4 jenis ya, waktu itu masih ada broad match modifier, kemudian dihapus broad match modifier.

Banyak perkembangannya dan semakin ke sini saya melihat data menunjukkan broad match ini semakin bisa diandalkan. Walaupun di beberapa campaign yang saya handle itu, memang masih ada juga yang cukup melebar, tidak tertarget, tapi di beberapa campaign yang lain saya melihat perkembangan bahwa dengan menggunakan broad match itu memberikan hasil yang bagus.

Tentu tidak juga mengabaikan fitur seperti negative keyword yang bisa semakin mengontrol keyword broad match yang kita gunakan.

Tapi, kalau dilihat perkembangannya, broad match ini menjadi bagian dari sistem automation tadi, karena dia punya kemampuan untuk lebih leluasa memilih keyword mana yang kira-kira bisa menghasilkan conversion.

Nah, itu dari sisi broad match keyword.

Responsive Search Ads

Kemudian yang terakhir ini soal Responsive Search Ads. Jadi, Responsive Search Ads ini sebenarnya sudah lama sih ya, tapi ini juga menjadi bagian automation. Kenapa? Karena dengan kita menyiapkan satu saja Responsive Search Ads, Google bisa membuat kombinasi yang sangat banyak.

Di sini, kenapa saya juga bahas Responsive Search Ads? Karena ke depannya, di pertengahan tahun ini, Google akan menghapus jenis iklan yang disebut sebagai Expanded Text Ads. Jadi, nanti ke depannya kita harusnya lebih diarahkan untuk menggunakan Responsive Search Ads.

Dan yang terpenting lagi, Responsive Search Ads ini bukan hanya sekedar menggunakan saja sih. Tapi, bagaimana kita bisa melengkapi aset yang memang disiapkan oleh Google. Misalnya headline-nya harus 15, ya kita isi tuh 15.

Kemudian juga description-nya bisa sampai 4, ya kita lengkapi sampai 4 . Jadi, jangan juga kita menggunakan Responsive Search Ads tapi dengan menyediakan aset yang sedikit. Itu ya sama saja tidak akan maksimal.

Justru dengan Responsive Search Ads ini, Google mengharapkan kita menyediakan aset yang banyak sehingga sistem punya kemampuan untuk mengombinasi semua aset itu hingga menghasilkan iklan yang maksimal, yang bisa bekerja dengan optimal.

Itu dari Responsive Search Ads.

Kemudian satu lagi ya, tadi saya sempat kelupaan soal smart bidding bahwa sekarang itu disarankan untuk memberikan value terhadap conversion action yang kita buat.

Ini kan kalau kita bicara lagi dari sebelum-sebelumnya itu, khususnya untuk conversion action yang tidak dihitung transaksi yang terjadi di website, itu kan kita biasanya memilih untuk tidak memberikan value kan? Tapi, sebenarnya dengan kita memberikan value, itu bisa membantu Google juga, membantu sistem untuk membedakan audience. Jadi, kita itu butuh audience yang bisa menghasilkan konversi yang value-nya berapa, begitu ya teman-teman.

Ini juga agak cukup sulit untuk diterjemahkan, tapi value dalam conversion action itu akan dibutuhkan pada bidding pada proses optimasi conversion-nya. Dan ini akan terus dikembangkan hingga akhirnya ini juga menjadi satu data yang Google butuhkan untuk bisa mengoptimalkan sistem yang automation tadi.

Oke, mungkin dari saya sih sekian saja ya soal podcast kali ini tentang automation. Mudah-mudahan bisa bermanfaat.

Kesimpulan

Kalau saya recap lagi, pembahasan kali ini tentang smart bidding, jadi jangan lupa untuk selalu menggunakan smart bidding untuk saat ini dan ke depannya. Karena itu akan membantu teman-teman untuk menghasilkan conversion yang lebih optimal.

Kemudian juga silahkan tes soal broad match keyword yang mana saya sudah menemukan banyak study case yang sukses dengan menggunakan broad match keyword.

Dan yang terakhir tentu saja ini teman-teman harusnya sudah menggunakan Responsive Search Ads ya. Tapi, saya juga masih banyak melihat yang mengggunakan Responsive Search Ads ini tidak optimal dari sisi asetnya, jadi tolong dioptimalkan. Silahkan dites sendiri, di sana ada indikator yang bernama Ad Strength, di situ kita bisa lihat apakah Responsive Search Ads kita sudah optimal atau belum?

Kalau saya biasanya paling tidak harus bisa mencapai nilai Good di indikator Ad Strength-nya.

Oke, sekian saja sampai jumpa di podcast selanjutnya. Thank you.

Leave a Comment

%d bloggers like this: