Hasil dari Google Search Partner Jelek

Halo semuanya, kembali lagi dengan saya Renra Sedoya di Podcast Renra Sedoya. Podcast yang membahas tentang Google Ads. Nah, di podcast kali ini saya mau membacakan pertanyaan dari Abbas Rosadi. Pertanyaannya “Bagaimana cara melepaskan checklist dari situs partner Google? Saya tidak ingin ada biaya dari partner Google karena tidak relevan dengan iklan kami.

Jadi, kalau saya simpulkan dulu, mas Abbas ini memasang iklan di Google, di campaign search tepatnya. Tapi, mungkin tidak secara sengaja atau mungkin karena kurang tahu ya dia menceklis untuk pilihan Google Search Partner dan ternyata ketika dilihat itu hasilnya tidak relevan.

Cara Mengetahui Iklan Relevan Atau Tidak

Nah, sebenarnya untuk melihatnya apakah relevan atau tidak berarti harus di-tracking juga. Ketika di-tracking itu kita bisa mem-breakdown datanya lewat menu Segment. Lalu, di situ ada pilihan Networks. Ketika kita pilih Segment > Networks, nanti di daftar campaign itu akan di-breakdown ada penjelasan atau daftar Google Search Partner atau Google Search dan Google Display Network. Kalau kita centang juga Google Display Network-nya.

Jadi, di situ kita bisa lihat lalu tinggal dilihat saja metriknya. Metriknya apa yang mau dilihat? Kalau misalnya kita mau melihat performance dari conversion-nya ya lihat kolom conversion dan cost/conv.-nya ya. Jadi, kita bisa membedakan conversion yang didapat dari Google berapa, conversion yang didapat dari Google Search Partner berapa, conversion yang didapat dari Google Display Network berapa dalam satu campaign itu.

Jadi, kita lihat dulu datanya seperti itu untuk memastikan relevan atau tidak. Sementara itu, untuk opsi ini sebenarnya banyak juga pengiklan yang tidak menyarankan dipilih. Tapi, ada juga yang menyarankan dipilih.

Kalau misalnya dari sisi Google, biasanya Google menyarankan untuk dipilih. Kalau saya sendiri sebenarnya menemukan study case yang menunjukkan Google Search Partner ini bagus, bahkan Google Display Network bagus konversinya itu sebenarnya sangat jarang. Mungkin itu 1:20 campaign yang saya kelola baru bisa ketemu konversi dari Google Search Partner bagus hasilnya.

Jadi, kalau misalnya teman-teman mau coba ya silahkan tidak apa-apa dicoba saja dulu di awal. Apalagi di fase awal, fase dimana kita harus berani coba. Jadi, kita coba jalankan dulu, kita aktifkan Google Search Partner-nya. Tapi, setelah 2 minggu katakan kita bisa lihat datanya seperti apa.

Kalau misalnya datanya hanya besar di cost-nya saja. Cost-nya misalnya cukup besar artinya mengambil budget yang sediakan cukup banyak, tapi konversinya tidak ada atau bahkan kalaupun ada kita lihat lagi cost/conv.-nya ternyata mahal.

Cara Uncheck Google Search Partner

Ya itu tinggal di-uncheck aja. Jadi, caranya kita tinggal masuk ke campaign-nya, lalu ke setting. Setting-nya bukan setting yang ada di atas ya, tapi setting yang di kolom detail. Kolom ke dua dari kolom paling kiri. Lalu, lihat di bagian kolom sebelah kanannya lagi, pilihan Networks.

Kita buka, di situ ada pilihan kan untuk tidak memilih include Google Search Partner dan juga tidak memilih include Google Display Network, seperti itu.

Ok, mudah-mudahan jawabannya untuk pertanyaan mas Abbas Rosadi sudah cukup.

Jadi, ini balik lagi ke teman-teman semua. Kalau mau coba silahkan, yang penting bisa diukur set up conversion tracking-nya dan tahu cara segment-nya biar kita bisa melihat secara data bukan asumsi hasilnya bagus atau tidak. Karena ada beberapa kasus memang hasilnya bagus. Dan itu tentu saja kita tetap pertahankan kalau memang hasilnya bagus.

Ok, sekian teman-teman, sampai jumpa di podcast selanjutnya. Dan jangan lupa juga mampir di website saya renrasedoya.com dan Channel YouTube saya Renra Sedoya untuk mendapatkan materi-materi Google Ads yang terbaru ya.

Sampai jumpa.

Leave a Comment

%d bloggers like this: