Berapa Keyword Dalam Satu Campaign?

Transcript Video:

Pertanyaan kali ini dari Sayoeti Reza. Pertanyaannya “Mau tanya, dalam satu campaign misalnya jasa, baiknya kata kunci harus ada berapa banyak?”

Akan saya coba jawab ya. Jadi, kalau saya pribadi sebenarnya tidak terlalu peduli dengan jumlah kata kuncinya dalam satu campaign atau ad group. Yang saya pedulikan adalah apakah kata kunci tersebut berpotensi tidak?

Berpotensi itu maksudnya potensial untuk membawa conversion atau tidak?

Selama sebuah kata kunci menurut saya berpotensi dan bukan hanya relevan saja. Kalau relevan itu bisa jadi hanya sebatas relevan saja tanpa adanya potensi yang kuat. Nah, itu kemungkinan ga saya pakai.

Tapi, kalau bilang berpotensi, analisa saya, kalau saya pakai kata kunci ini, saya akan menjadi punya peluang untuk mendapatkan konversi. Jadi, semua kata kunci yang menurut analisa saya bisa membawa konversi, tentu saja sudah pasti saya pakai.

Perbedaan Keyword Relevan dan Keyword Potensial

Saya mau kasih contoh, apa sih bedanya antara relevan dan potensial atau berpotensi menghasilkan konversi. Contoh kasusnya adalah seperti ini:

Saya berjualan obat herbal. Obat herbal asam urat.

Ada dua keyword yang bisa teman-teman perhatikan. Keyword pertama “cara alami menyembuhkan asam urat”. Nah, sebenarnya keyword tersebut relevan.

Tapi, kira-kira potensial ga sih atau kuat tidak sih potensinya untuk membawa konversi? Coba kita lihat keyword yang kedua.

Keyword kedua adalah “obat herbal asam urat”. Di sini, sudah jelas-jelas orang ini memang sedang mencari obat herbal asam urat. Nah, itulah maksud saya bagaimana cara membedakan antara kata kunci yang hanya sekedar relevan dengan potensial.

Cara Mengelompokkan Kata Kunci

Kemudian, selain itu, satu hal lagi yang terpenting adalah bagaimana kita bisa mengelompokkan keyword-keyword itu ke dalam tema yang cukup spesifik. Sebagai contoh, kalau misalnya bicara brand. Anggap saja kita punya brand A. Nah, keyword brand ini dikumpulkan dalam satu ad group brand. Kasih nama saja ad group-nya “Brand”. Dimana isinya adalah semua keyword yang memiliki kata brand.

Brand kita maksudnya ya.

Kemudian misalnya keyword-keywrod yang berhubungan dengan harga, bisa saja dikumpulkan dalam satu ad group bernama “Harga” dan seterusnya.

Jadi, kalau saya simpelnya hanya ada dua cara saja untuk mengelompokkan kata kunci:

  1. Cari keyword yang potensial.
  2. Kelompokkan dalam tema yang spesifik.

Mau keyword-nya 100 atau 20, bisa. Jadi, tergantung dengan seberapa besar variasi keyword yang dihasilkan oleh produk tersebut. Variasi kata kunci itu kan sebenarnya bukan kita yang buat. Tapi, itu berasal dari audience. Perhatikan saja, audience-nya lebih banyak mengetikkan kata kunci apa saja? Semakin banyak variasinya, berarti semakin banyak juga keyword yang bisa kita gunakan.

Mudah-mudahan bisa terjawab ya. Kalau teman-teman ada pertanyaan dan ingin saya coba jawab lewat video seperti ini, silahkan tulis saja pertanyaannya di kolom komentar.

Terima kasih.

Kesimpulan:

Q: Dalam 1 campaign baiknya ada berapa banyak keyword?

A: Tidak ada aturan harus berapa keyword dalam 1 campaign. Selama keyword tersebut potensial maka layak digunakan. Biarkan data yang akan menunjukan apakah keyword tersebut bisa menghasilkan konversi atau tidak. Kamu juga perlu menyusun keyword dalam tema yang spesifik untuk masing-masing ad group serta pastikan memiliki volume pencarian yang cukup.

Transcript ini ditulis oleh Aulia, jika terdapat ketidaksesuaian antara video dan transcript, beritahu kami pada kolom komentar. Terima kasih.

Leave a Comment

%d bloggers like this: