Tips Mengelola Match Types dan Duplicate Keyword di Google Ads

Jika pernah merasa campaign Google Ads yang dijalankan kurang maksimal dan terasa boros di budget, salah satu penyebabnya karena struktur campaign kurang rapi. Terutama dalam mengelola match types dan duplicate keyword.

Jika kedua hal ini tidak diatur dengan baik, dapat membuat performa iklan kurang optimal. Yuk, mari kita bahas bersama bagaimana tips mengelola match types dan duplicate keyword agar campaign yang sedang berjalan menjadi lebih efektif!

Apa Itu Match Types?

Match types adalah jenis kecocokan keyword yang akan menentukan seberapa spesifik keyword dalam memicu iklan muncul. Ada 3 jenis keyword yang harus diketahui:

  1. Broad Match: Keyword dengan jangkauan yang luas. Iklan akan muncul di pencarian yang relevan bahkan meskipun kata-katanya tidak persis sama. Contohnya: agensi google ads.
  2. Phrase Match: Keyword dengan jangkauan lebih spesifik. Iklan hanya akan muncul jika mengandung frasa dalam urutan yang sama. Contohnya: “agensi google ads”.
  3. Exact Match: Keyword yang paling spesifik. Iklan hanya akan muncul jika pencarian persis sama dengan keyword tersebut. Contohnya: [agensi google ads].

Ada banyak pengiklan yang masih banyak menggunakan multiple match types untuk satu keyword dalam satu ad group untuk menjangkau lebih banyak audiens. Contohnya, memasukkan kata kunci agensi google ads dalam bentuk broad, phrase dan exact match sekaligus dalam ad group yang sama.

Padahal saat ini Google menyarankan kita untuk tidak menggunakan strategi multiple match types lagi. Apalagi jika kita menggunakan smart bidding yang fokus pada konversi seperti Maximize Conversion, Target CPA, atau Target ROAS.

Memangnya mengapa tidak disarankan lagi? Karena menggunakan multiple match types tidak dapat memberikan keuntungan tambahan. Dengan menggunakan smart bidding, tentunya Google sudah cukup cerdas untuk menentukan kapan iklan harus muncul berdasarkan match types tertentu.

Strategi yang Disarankan Google

Berikut ini adalah beberapa strategi yang disarankan oleh Google:

1. Pilih Satu Match Type Per Ad Group

Jika masih berada di tahap awal dengan budget terbatas, kita bisa memulai campaign dengan phrase match untuk menjangkau audiens yang lebih relevan.

2. Beralih ke Broad Match Ketika Campaign Stabil

Jika campaign sudah berjalan dengan baik dan stabil, kita bisa beralih ke broad match untuk menjangkau audiens yang lebih luas.

Dengan menggunakan strategi ini, struktur campaign akan menjadi lebih sederhana dan lebih mudah dioptimasi oleh Google.

Apa Itu Duplicate Keyword?

Satu hal lagi yang dapat membuat campaign berjalan dengan tidak efisien adalah duplicate keyword. Duplicate keyword adalah penggunaan keyword yang sama persis dalam akun Google Ads. Contohnya:

  • Keyword yang sama ada di beberapa ad group dalam satu campaign
  • Keyword yang sama ada di campaign yang berbeda

Mengapa Harus Menghindari Duplicate Keyword?

Duplicate keyword cukup merugikan pengiklan. Oleh karena itu, sebaiknya dihindari agar campaign dapat berjalan dengan lebih optimal. Berikut ini adalah beberapa alasan mengapa kita harus menghindari duplicate keyword:

1. Kompetisi Internal

Keyword yang sama akan saling bersaing satu sama lain dalam sistem bidding. Jadi, ini terasa seperti sedang bertarung dengan diri sendiri dan membuat biaya menjadi lebih mahal.

2. Data Performa Tersebar

Jika keyword yang sama muncul di banyak tempat, performa campaign akan menjadi tidak terpusat sehingga membuat kita merasa sulit untuk menganalisis keyword mana saja yang benar-benar efektif.

3. Menyulitkan Optimasi

Proses optimasi campaign juga akan menjadi lebih ribet karena kita harus mengecek banyak tempat karena ada duplicate keyword.

Cara Mengecek Duplicate Keyword

Untuk mengecek duplicate keyword cukup mudah! Kita dapat menggunakan tools bernama Google Ads Editor. Berikut adalah langkah-langkahnya:

  1. Download dan install Google Ads Editor
  2. Buka aplikasinya dan kita akan menemukan fitur untuk mengatur: keyword scope, word order, match types, dan location of duplicate
  3. Setelah menemukan duplicate keyword, kita dapat menentukan apakah akan pause, menghapus, atau mempertahankan keyword.

Kesimpulan

Mengelola match types dan duplicate keyword dengan baik dapat menjadi langkah yang penting untuk memastikan campaign berjalan dengan baik. Pilih satu match type per ad group dan menghindari duplicate keyword untuk mengoptimalkan budget, memperbaiki performa, dan membuat campaign menjadi lebih mudah dikelola.

Semoga Tips Mengelola Match Types dan Duplicate Keyword di Google Ads ini bermanfaat ya! Sampai jumpa di artikel Google Ads yang selanjutnya 🙂

Aulia Rahmah
Hai saya Aulia Rahmah. Content Marketing Specialist.

Menggunakan Google Ads sejak 2010. Saat ini mengelola puluhan akun aktif di Digimaya dengan total ad spend Rp 33+ miliar per tahun. Google Premier Partner & Google Product Expert Gold.

Mau Belajar Lebih Dalam?

Artikel ini Baru Permukaannya

Pilih program yang paling sesuai kondisi kamu — semua dipandu langsung oleh Renra Sedoya.

🟢 Pemula
Google Ads Bootcamp

Belajar dari nol sampai bisa setup dan jalankan sendiri dalam 6 hari live intensif.

  • 6 hari Live Zoom intensif
  • Praktek langsung di akun sendiri
  • Garansi uang kembali 100%
Lihat detail
🟡 Privat 1-on-1
Mentor 1-on-1

Pendampingan privat langsung di akun kamu — personal dan spesifik ke bisnis kamu.

  • Sesi privat via Zoom
  • WhatsApp support antar sesi
  • Hanya 3 peserta per bulan
Lihat detail

Tidak yakin mana yang paling cocok? Tanya dulu — gratis, tanpa tekanan.

Chat via WhatsApp