1. Menggunakan gambar yang berkualitas tinggi dan sesuai dengan pesan yang ingin disampaikan.

Dengan menggunakan gambar yang berkualitas tinggi dan sesuai dengan pesan yang ingin disampaikan kepada target market biasanya akan menghasilkan kinerja yang baik untuk campaign anda karena gambar tersebut secara tidak langsung bisa mempengaruhi emosi pelanggan anda.

2. Hindari gambar yang memiliki border, tidak simetris, dimirror, dan warna yang diubah.

Menggunakan gambar yang jelek akan memberikan pengalaman yang jelek buat pengguna. Dikhawatirkan akan merusak kredibilitas brand anda dan juga menghasilkan kinerja yang jelek untuk campaign anda.

3. Menggunakan gambar asli yang terkesan alami (bukan hasil editan)

Menggunakan gambar asli yang terkesan alami (bukan hasil editan) biasanya cenderung menghasilkan kinerja yang bagus.

4. Hindari tumpang tindih antara logo dan gambar serta bentuk tombol yang menyesatkan

Gambar yang tumpang tindih antara logo dan gambar bisa membuat gambar menjadi tidak jelas sehingga kesan dan pesanpun bisa tidak tersampaikan dengan baik. Hindari juga gambar tombol yang menyesatkan karena hal ini bisa membuat iklan anda ditolak dengan alasan pelanggaran kebijakan.

5. Buat teks iklan yang menarik

Walaupun iklan anda tampil tanpa gambar, pesan yang bagus tetap akan mampu menarik perhatian orang.

6. Tulis sebanyak mungkin variasi gambar, headline dan description

Cara ini akan membantu sistem dalam menyusun iklan yang relevan untuk pelanggan anda.

7. Jadikan benefit, unique selling point (USP), harga, dll sebagai bagian dari teks iklan anda

Ini akan membuat pelanggan lebih mudah membedakan bisnis anda dengan kompetitor.

8. Awali description dengan informasi yang penting seperti promo dan call-to-action

Informasi penting harus ditulis diawal karena description dapat terlihat hanya sebagian saat tampil pada layar kecil.

9. Menggunakan dynamic feed

Dengan menggunakan dynamic feed anda dapat menggunakan gambar iklan dari produk yang sudah dilihat oleh pengunjung website anda.