Fluktuasi Performa Discovery Campaign

Transcript Video:

Oke teman-teman, kembali lagi dengan saya Renra Sedoya. Di video kali ini, saya ingin membahas tentang discovery campaign. Jadi, banyak di antara teman-teman yang sering bertanya “kenapa sih di awal campaign berjalan, itu biasanya performance-nya sangat buruk? Kadang spending-nya sangat over tiba-tiba, tapi di hari-hari berikutnya benar-benar under-spending bahkan sampai drop dan sepertinya tidak mau tayang lagi iklannya atau tayang hanya sedikit?“.

Tapi, banyak memang di antara teman-teman yang berhenti setelah iklan tayang beberapa hari. Setelah tayang 2 hari, 3 hari, dimana kalau saya masih menilai bahwa campaign itu khususnya yang discovery campaign ini masih dalam fase learning.

Hanya saja, kalau kita melihat fase learning-nya di campaign lain seperti campaign search atau display, ini memang berbeda. Apalagi kalau search itu kan sebenarnya fluktuasi grafiknya juga biasanya tidak ekstrim. Jadi, akan lebih mudah dikendalikan.

Tapi, memang discovery campaign ini saya pun menilai bahwa ada banyak hal-hal yang sulit dikontrol dan sangat butuh waktu untuk bisa dikontrol atau butuh waktu agar campaign bisa berjalan dengan baik.

Nah, di sini saya mau coba perlihatkan ada campaign yang sedang saya jalankan. Ini discovery campaign. Conversion-nya ada di sisi pakai form. Jadi, orang isi dulu form-nya lalu masuk ke thank you page. Lalu, dianggap sebagai konversi.

Nah, dari awal campaign ini berjalan, budget-nya Rp 300,000. Budget ini kita lihat di hari pertama berjalan, kalau kita lihat itu cost-nya itu sampai Rp 1,000,000 lebih cost-nya. Tapi, perlu diketahui bahwa cost yang ada di sini itu disebut sebagai serp cost, serp cost ini sebenarnya bukan nilai yang sudah pasti kita bayarkan ke Google.

Yang kita bayarkan itu adalah 2x lipat maksimalnya dari budget yang kita tentukan di sini. Artinya, kalau di sini budget-nya Rp 300,000, berarti Rp 600,000 gitu. Nah, kalau kita lihat di sini cost-nya sampai Rp 1,000,000, berarti ada traffic atau penayangan yang gratis. Jadi, ada kelebihan Rp 400,000 dari Google dan itu kita tidak di-charge.

Cara Melihat Bill Cost

Jadi , teman-teman bisa melihatnya di menu Report > Predifined Reports > Others > Bill Cost.

Nah, nanti di situ kita bisa melihat perbandingannya. Cost yang kita miliki di sini, yang muncul di tabel laporan dengan cost yang akan ditagihkan ke kita. Itu disebut sebagai Bill Cost.

Jadi bill cost-nya dari cost Rp 1,000,000 ini ya tetap Rp 600,000 karena sudah melebihi 2x lipat kan. Nah, seperti itu ya teman-teman.

(Perhatikan grafik di video mulai dari menit ke 3:55)

Kemudian kalau kita lihat lagi di hari pertama itu ada konversi. Tapi, dari budget pengeluaran berarti Rp 600,000, dapat konversi 2. Berarti itu kan sangat mahal sekali konversinya.

Dan kalau kita lihat lagi di hari ke-2 tidak ada konversi tapi cost-nya sudah mulai menyesuaikan. Sudah turun ke Rp 300,000, tapi tidak ada konversi. Kita lihat lagi di hari berikutnya juga cost-nya stabil, tapi ada konversi 1. Nah, ini cost-nya turun, konversi 2.

Ini cost-nya cost normal, Rp 300,000 dapat konversi 3, di sini dia mulai turun. Sebenarnya ada konversi, tapi kan ini drop. Cost drop, Rp 30,000, ke sini lagi Rp 26,000. Nah, ini Rp 52,000 ada 2 konversi.

Jadi, di sini itu performance-nya tetap saja, walaupun ada konversinya kita lihat sebenarnya hitungannya bagus ya kalau kita hitung cost/conv-nya karena cost Rp 33,000, dapat konversi 2. Tapi, campaign itu kalau seperti itu terus tidak akan optimal juga karena spending-nya kecil.

(Perhatikan grafik di video mulai dari menit ke 5:33)

Tapi, kita lihat di sini ada kenaikan yang bagus. Di sini baru mulai, di sini kalau kita lihat cost Rp 600,000, yang berarti itu normal ya 2x lipat dari budget yang kita tentukan. Tapi, konversinya langsung naik 26.

Cara Melihat Data Cost/Conv

Jadi, kalau kita lihat di sini ganti datanya menjadi cost/conv. Caranya adalah:

  1. Klik selectbox “Conversion” .
  2. Pilih Conversion.
  3. Pilih Cost/Conv.

Nah, kalau kita lihat dari awal ini sudah pasti di awal tuh mahal ya. Masuk di sini masih tinggi sekali.

Terus masuk di sini, nah di sini sebenarnya fase yang di sini itu sudah murah, tapi dia masalahnya di cost. Tapi di sini kalau kita lihat cost/conv Rp 23,000 tapi cost-nya itu sudah tinggi. Yang diharapkan ya cost-nya bisa terus stabil paling tidak ya di Rp 300,000. Kalau misalnya tidak bisa Rp 600,000, kan Rp 300,000, tapi dengan kondisi cost/conv itu tetap di angka Rp 23,000 atau lebih di bawahnya lagi.

Jadi, memang cukup tricky ya. Kadang-kadang kita memang dituntut untuk lebih sabar, untuk lebih berani menunggu proses ini agar bisa naik performance-nya. Tapi memang ini balik lagi ke masing-masing yang punya bisnis. Kadang-kadang kan di antara teman-teman banyak juga yang kalau pengeluarannya di sini sudah cukup besar, sangat dag dig dug juga.

Bagaimana nih?
Apakah seminggu?

Ya, syukur-syukur seminggu bisa nanjak performance-nya. Tapi, kalau engga juga nah itu yang jadi masalah.

Jadi, di sini memang bisa dibilang keunikannya itu lah. Ini juga diiharapkannya sudah menjadi sinyal dalam waktu 1 mingguan problem-nya seperti ini tapi sudah ada tanda-tanda yang lebih baik untuk ke depannya.

Mungkin dari teman-teman juga punya pengalaman yang sama atau berbeda silahkan komentar di bawah ini. Coba kita diskusikan, kita saling bertukar informasi dan bertukar pengalaman sehingga bisa menjadi wawasan juga untuk teman-teman yang lainnya.

Thank you, semuanya.

Leave a Comment

%d bloggers like this: