Video Transcript:

Di video ini, saya mau jelaskan soal fitur drafts & experiments campaign. Fitur ini bisa kita gunakan untuk melakukan testing atau eksperimen. Untuk mengaksesnya, teman-reman bisa lihat di level Campaign, lalu di bagian bawah akan ada fitur Draft & Experiments.

Sebagai contoh, misalnya teman-teman ingin melakukan testing pada bagian bid strategy dan sebelumnya memang sudah menggunakan maximize click juga sudah berjalan beberapa hari. Selain itu, misalnya sudah mendapat rekomendasi juga dari Google Ads atau pun berdasarkan dari historical datanya sudah cukup. Namun, teman-teman ingin mencoba menerapkan target CPA.

Nah, daripada kita menerapkan langsung di campaign yang sedang berjalan lalu mendapatkan hasil yang tidak memuaskan, kita bisa melakukan campaign experiment ini.

Sebagai contoh, ini dari campaign yang aslinya atau campaign original lalu di-mirroring ke campaign experiment. Dan pada campaign ini ada 1 variabel yang dibedakan, yaitu di strateginya. Dimana pada campaign experiment ini saya akan mencoba menggunakan target CPA. Sementara pada campaign yang original menggunakan manual enhanced CPC.

Pada bagian ini juga, kita bisa melihat contoh dari laporan. Dimana laporan ini bisa kita gunakan untuk membandingkan antara campaign experiment dan original itu seperti apa.

Sebelum saya coba jelaskan, bisa kita lihat juga datanya di sini kita bisa melihat beberapa informasi seperti split. 50% ini artinya budget dan peluang untuk masuk ke proses auction juga akan di-split atau dibagi secara merata.

Jadi, budget yang ada dan opportunity untuk masuk ke dalam proses auction akan dibagi 50:50. Jadi, ini dibagi secara adil ya. Karena kita akan melakukan eksperimen, jadi harus jelas apa yang akan dieskperimenkan. Saran saya, jangan terlalu banyak variabelnya. Kalau bisa, 1 variabel saja sudah cukup.

1 variabel itu, maksudnya kita mencoba testing di strateginya atau testing bid-nya saja. Atau misalnya teman-teman juga bisa testing di landing page-nya. Bisa dimulai dari membuat versi terbaru dari landing page namun dengan offer yang berbeda. Lalu, coba jalankan. Perhatikan hasilnya akan seperti apa? Landing page mana yang bisa memberikan banyak conversion?

Bisa coba dengan cara seperti ini ya.

Di sini, pada bagian date, isi kapan dimulainya. Dan kita tidak menentukan kapan berakhirnya tapi sambil dilihat prosesnya. Dari Google biasanya menyarankan untuk mencoba lakukan selama 1 bulan. Hanya saja, terkadang kita tidak sabaran, bukan?

Nah, coba perhatikan selama 1 minggu atau 2 minggu. Kalau kita lihat sudah stabil pergerakannya, kita bisa coba apply. Apply di sini artinya kita langsung implementasikan dari campaign experiment ke campaign yang original.

Kemudian, pada bagian ini juga kita bisa melihat tanggalnya. Sebagai contoh mari kita lihat yang ada di sini. Tanggal 20 berarti tanggal kemarin. Tanggal ini sebenarnya semuanya bisa dirubah. Matrik-matriknya juga bisa teman-teman tentukan sendiri tergantung dari apa yang mau difokuskan. Karena ini adalah sebuah testing yang fokusnya ke conversion, berarti saya bisa lihat di jumlah conversion-nya.

Tapi, kalau masih muncul tulisan “not enough data“, teman-teman bisa jalankan dulu tanpa ada perubahan. Karena biasanya campaign masih belum stabil, masih fluktuatif pergerakannya.

Nah, misalnya ini di hari kemarin hasil eksperimennya sudah bagus, bahkan lebih bagus daripada original campaign. Artinya yang original mendapatkan 13 conversion dan di eksperimen mendapatkan 19 conversion. Kemudian pada bagian cost/conversion kalau kita lihat menjadi lebih murah, bukan? Yang eksperimen 20 ribu dan yang original 25 ribu. Jadi, dapat kita simpulkan bahwa data yang kemarin lebih bagus. Sehingga, kalau kita terlalu cepat mengambil keputusan dan misalnya langsung apply, usahakan jangan sampai ada perubahan lagi.

Karena saya coba lihat, ini dari tanggal 15 sampai 20, itu malah masih besar eksperimen. Ternyata ada hari-hari tertentu dimana eksperimen cost/conversion itu lebih tinggi. Jadi, secara data keseluruhan, ini masih tidak lebih bagus daripada campaign yang original.

Dan pada bagian ini, kalau kita lihat juga grafiknya masih turun. Mudah-mudahan saja grafiknya nanti bisa naik terus. Kalau di sini naik terus, berarti nanti akan mempengaruhi secara keseluruhan. Dan untuk cost/conversion mudah-mudahan semakin turun, semakin stabil, baru yang kita lakukan adalah kita bisa apply.

Di sini ada 2 opsi yang bisa dipilih. Kalau kita end now berarti selesaikan dan kalau kita apply, di sini kita akan ada pilihan. Apakah mau di-update di original campaign atau artinya di-refresh ke original campaign. Atau kita convert di campaign baru. Jadi, yang original campaign-nya di-pause otomatis dan experiment campaign ini menjadi eksperimen yang baru. Untuk yang ini terserah, sih.

Sekarang pertanyaannya, bagaimana sih cara membuatnya?

Nah, cara membuatnya di sini saya mungkin coba contohkan yang ini ya. Sebenarnya ini sudah hasil eksperimen juga. Jadi, di sini ada CPA-nya tapi misalnya dari CPA ke bagian apa nih. Kita tes saja. Misalnya dari campaign ini kita akan mirroring dulu ya dengan membuat draft-nya.

Cara Melakukan Eksperimen Google Ads

  1. Pilih dulu campaign yang akan dibuat eksperimen.
  2. Pilih Drafts & Experiments.
  3. Buat Campaign draft. (jadi, kita ga bisa langsung ke eksperimen ya)
  4. Isi nama draftnya. (di sini saya kasih nama yang sama seperti campaign sebelumnya)
  5. Isi deskripsi. (ini optional, tidak diisi juga tidak apa-apa)
  6. Klik tombol save.

Kalau sudah jadi seperti ini, statusnya Draft. Artinya dia tidak ter-publish dan tidak mempengaruhi data atau performance. Jadi, terserah kita mau ubah dulu atau menyesuaikan.

Kalau sudah membuat draft, nanti akan ada 2 opsi. Namun sebelumya, kita akan coba ubah variabelnya. Jadi, variabelnya pilih 1 saja yang akan kita ubah. Misalnya kita mau ubah biddingnya yang target CPA, dan kita coba jadi maximize conversion.

Sudah gitu saja. Yang dirubah hanya 1 variabel.

Nah, nanti kalau misalnya kita mau apply, ada 2 pilihan:

  1. Kita bisa apply perubahan ini ke original campaign. Kalau pilih ini nanti langsung apply untuk menggantikan settingan yang original.
  2. Jalankan sebuah eksperimen. Karena yang kita mau lakukan sekarang ini adalah untuk menjalankan eksperimen, kita pilih yang kedua ini.

Klik tombol apply.

Cara Membuat Eksperimen Baru

  1. Buat nama eksperimennya. (di sini saya buat namanya jadi Search Max Conv).
  2. Isi deskripsinya. (saya tidak mengisinya)
  3. Pilih tanggal mulainya. (saya mulai dari tanggal 21)
  4. Pilih tanggal berakhirnya. (saya akan pilih none, jadi nanti kita pantau saja)
  5. Isi experiment split. (pembagian budget dan proses auction-nya sebaiknya 50% biar adil)
  6. Pilih experiment split options. (saya pilih search based)
  7. Klik tombol save.

Penjelasan Mengenai Search Based dan Cookie Based

Search based berarti berdasarkan proses pencarian. Kalau kita memilih search based berarti 1 orang yang sama bisa saja masuk atau melihat iklan yang berasal dari original campaign ataupun bisa melihat iklan yang berasal dari experiment campaign ketika dia melakukan pencarian beberapa kali.

Tapi kalau cookie based berarti kalau misalnya orang itu melakukan pencarian dan mengakses website, cookie-nya akan tersimpan. Jadi, ketika dia mencari lagi bisa jadi dia ga melihat lagi iklan dari campaign yang lainnya.

Nah, biar ga bingung bisa pilih search based, saya juga selalu pilih itu.

Sesimpel itu sih cara membuat eksperimennya. Ini statusnya masih creating dan nanti kalau kita coba reload biasanya langsung ada icon campaign yang mirroring-nya tadi atau experiment-nya, iconnya berbentuk Glass Flask atau gelas yang biasa digunakan untuk eksperimen di lab.

Selesai! Di sini kita akan lihat nanti kedepannya bagaimana, kita bisa tes seperti ini. Dan ini datanya masih nol. Jadi seperti itu cara untuk memanfaatkan fitur experiment campaign. Semoga bermanfaat.

Baca: Kapan Sebaiknya Menggunakan Bidding Target CPA?