Berapa Banyak Artikel Yang Harus Saya Posting Setiap Harinya?

Jika saya baru saja membuat website, berapa banyak artikel yang harus saya posting?

Apakah saya harus fokus membuat banyak artikel dalam waktu cepat agar bisa mengejar ranking di SEO?

Haruskah saya membayar jasa penulis artikel agar saya bisa posting puluhan artikel setiap harinya?

Mungkin pertanyaan-pertanyaan seperti itu sering terpikirkan oleh kebanyakan orang yang baru saja membuat website untuk bisnisnya.

Menurut saya, prinsip dasar Google dalam menilai konten adalah dari sisi kualitasnya bukan kuantitasnya.

Ini bukan berarti kuantitas tidak penting.

Tapi, kualitas berada di atas kuantitas.

Artinya, ketika anda baru saja membuat website, anda tidak harus langsung memposting banyak artikel apalagi jika artikel itu punya kemiripan yang tinggi antar artikel yang satu dengan yang lainnya.

Juga jangan pernah memaksakan untuk membayar jasa penulis yang hasil tulisannya kurang berkualitas.

Kecuali anda memang punya resources yang cukup untuk membuat banyak artikel yang berkualitas.

It’s okay 🙂

SEO menang sebuah investasi jangka panjang.

Anda perlu membangunnya secara bertahap dan tidak “memaksakan”.

Hal ini juga sejalan dengan kutipan dari John Mueller (Webmaster Trends Analyst at Google) berikut:

Webmaster Trends Analyst at Google

Semoga bermanfaat ya 🙂

Proses Crawling dan Indexing di SEO

Jika anda baru saja membuat website dan mengeceknya di Google, mungkin saja anda akan melihat halaman hasil pencarian Google seperti ini:

did not match any documents

Itu artinya Google belum mengenali website anda dan belum menyimpannya pada daftar index (databasenya Google).

Proses mengenali dan menyimpan website yang dilakukan oleh Google dikenal dengan istilah crawling dan indexing.

Yuk kita bahas lebih detail mengenai kedua istilah ini.

Crawling

Crawling adalah proses dimana Google menemukan halaman website anda dan terus menelusurinya lewat link yang ada pada masing-masing halaman tersebut, sehingga akhirnya Google mendapatkan informasi dan data dari halaman-halaman tersebut.

Selain itu Google juga bisa mengenali halaman website lewat sitemap yang sudah anda submit ke Google Search Console.

Indexing

Setelah proses crawling dilakukan, langkah selanjutnya Google akan mencatat setiap signal yang akan menjadi penilaian untuk menentukan ranking pada hasil pencarian.

kemudian Google akan mengirimnya ke daftar index, yaitu database raksasa milik Google yang berisi lebih dari ratusan miliar halaman website.

Nah jika website anda sudah masuk ke dalam daftar index, maka website anda bisa ditemukan di hasil pencarian Google setidaknya search termnya adalah nama domain website anda.

Proses Crawling dan Indexing di SEO

Sampai jumpa di artikel selanjutnya ya 🙂