ROAS adalah metric yang mengukur efektivitas dari sebuah campaign dalam digital marketing. Dengan menghitung ROAS anda bisa mengevaluasi apakah campaign yang anda sudah anda jalankan itu menguntungkan atau tidak.

Rumus ROAS = (Revenue / Ad Spend)

Misalnya anda menghabiskan biaya iklan sebanyak Rp 3 juta dalam 1 bulan. Lalu dari campaign tersebut anda bisa menghasilkan Rp 6 juta. Sehingga ROASnya adalah Rp 6 juta dibagi dengan Rp 3 juta = Rp 2 atau 2:1 atau 200%.

Dengan kata lain, setiap anda menghabiskan biaya iklan Rp 1 akan akan mendapatkan uang Rp 2.

Cara menghitung ROAS di Google Ads

Untuk bisa menghitung ROAS di Google Ads anda harus memasang conversion tracking dan menangkap nilai conversion value yang tercetak di website sebagai revenue.

Baca: Cara memasang Google Ads conversion tracking menggunakan Google Tag Manager.

Setelah itu anda tinggal menggunakan metric Conv. value / cost.

Jika anda ingin melihatnya dalam format persen, anda perlu membuat custom column dan menampilkannya pada tabel laporan.

Rumusnya (Conversion value / Cost) * 100%.

Kesimpulan

  • ROAS adalah metric untuk mengevaluasi efektif tidaknya sebuah campaign yang sedang dijalankan
  • Untuk bisa menghitung ROAS di Google Ads anda harus memasang conversion tracking
  • Jika nilai ROAS di atas 100% artinya campaign anda “untung” (tidak termasuk pengeluaran lainnya selain biaya iklan)
  • Saat anda menemukan campaign dengan nilai ROAS yang tinggi anda mungkin perlu mengalokasikan budget yang lebih besar lagi untuk campaign tersebut
  • Anda bisa mengoptimasi nilai ROAS dengan menggunakan bidding target ROAS (setelah campaign anda mendapatkan 50 conversion dalam 30 hari terakhir)
  • Nilai ROAS di atas 100% pun sebenarnya bisnis anda belum bisa dipastikan untung karena laba bersih akan terpengaruh oleh banyak faktor seperti biaya produksi, biaya operasional, biaya partner/vendor, komisi afiliasi, profit margin, gaji karyawan dll.