Performance Max Akan Menggantikan Smart Shopping & Local Campaign?

Transcript Video:

Di video ini, saya ingin ngobrol-ngobrol tentang update seputar Google Ads. Jadi, belum lama ini Google mengumumkan bahwa akan ada perubahan antara campaign performance max, smart shopping dan local campaign.

Kabarnya, smart shopping dan local campaign akan di-upgrade ke performance max. Jadi, pembuatan campaign smart shopping dan local campaign itu nantinya akan terjadi di campaign performance max. Tentunya, campaign performance max ini akan bertambah fiturnya.

Nah, proses upgrade atau mengganti dari yang biasanya bikin smart shopping tersendiri, local campaign, campaign sendiri, ini prosesnya akan dimulai dari bulan April 2022. Jadi, dari April sudah dimulai prosesnya ya. Dan prosesnya bertahap tidak sekaligus berubah tentunya.

Prosesnya juga cukup lama. Dari April hingga akhir kuarter ketiga, September. Jadi, kalau kita lihat lagi lebih lanjut, mulai April ini, yang pertama kali Google akan upgrade adalah smart shopping dulu. Nantinya, smart shopping kita sudah bisa meng-upgrade atau saya juga belum kebayang proses upgradenya gimana. Intinya, April sudah diizinkan untuk upgrade pembuatan smart shopping-nya ini di performance max. Seharusnya seperti itu ya.

Kemudian, upgrade-nya juga Google akan memberi sebuah tools. Dimana tools tersebut memungkinkan kita untuk meng-upgrade prosesnya. Jadi, entah nanti prosesnya seperti apa, kita bisa lihat nanti. Toolsnya seperti apa juga belum tahu tentunya saat ini. Dan kita bisa meng-upgrade campaign yang spesifik atau secara keseluruhan. Apakah kita otomatis langsung memberhentikan sementara campaign smart shopping dan langsung beralih dan dipindahkan atau bagaimana bisa kita lihat nanti.

Nah, kemudian setelah proses pertama tadi mulai April, nanti akan dilanjutkan dengan local campaign. Jadi, local campaign ini biasanya dipakai oleh bisnis-bisnis yang memiliki target market lokal. Atau biasa disebut local business. Mungkin sejenis restoran, dan lain-lain. Yang targetnya itu cukup sempit di sekitaran bisnisnya.

Dilanjutkan dengan local campaign yang akan dimulai bulan Juni 2022. Jadi, nanti ke depannya setelah prosesnya ini komplit atau selesai sampai di September, nanti kita akan membuat smart shopping atau local campaign itu hanya bisa dilakukan di performance max.

Jadi, seharusnya tidak ada lagi yang namanya local campaign atau smart shopping di shopping campaign. Harusnya seperti itu gambarannya.

Performance Max Saat Ini

Ini juga sebenarnya menjadi challenge tersendiri kalau menurut saya. Untuk saat ini, terutama untuk saya sendiri karena memang sejak diluncurkannya performance max, saya juga masih mencoba bagaimana sih polanya atau pendekatanbnya? Karena memang cukup merubah gaya periklanan kita di Google Ads.

Karena dengan performace max ini, banyak fitur-fitur otomatisnya yang dilakukan dengan sistem. Bahkan, dengan adanya hal itu, kita menjadi kurang kontrol. Ada banyak hal yang tidak bisa kita kontrol. Nah, menurutku itu kekurangan performance max saat ini.

Saya ga tau nih, untuk teman-teman yang nonton video ini, mungkin boleh komentar juga, coba kasih komentarnya bagaimana selama ini setelah mencoba performance max. Apakah memang bagus hanya untuk di brand awareness atau di conversion?

Kalau yang saya coba, sebenarnya ketika kita bawa performance max di conversion, itu hasil dashboard-nya bagus sekali. Jadi, ada banyak sekali yang hasilnya sebenarnya bagus. Hanya saja masalahnyaa adalah yang saya alami adalah ada banyak yang tidak bisa dikontrol.

Bagaimana tidak terkontrolnya?

Jadi, data dimana iklan kita ditayangkan itu sebenarnya jadi cukup bias. Karena ketika kita breakdown datanya, itu hanya ada di cross network, disebarlah di semua network Google. Nah, itu kan dari situ saja jadi tidak terkontrol. Apalagi mungkin kalau kita mau lihat lagi bagaimana kalau placement-placement-nya itu sepertinya belum ada kan sampai sekarang. Di situ lah saya melihat lebih susah dikontrolnya.

Dan yang membingungkan adalah data dashboard dengan reality-nya terutama untuk market Indonesia yang banyak menggunakan tombol whatsappa sebagai event conversion-nya atau yang menggunakan form. Itu terlalu besar get-nya. Perbedaan data di dalam dashboard dengan data yang ada di tim CS katakan kalau kita bilang, nah itu sangat besar. Ini yang memang masih membingunakan. Bahkan saya beberapa kali diskusi hal ini dengan tim Google Strategist. Mereka juga sampai saat ini belum bisa menjawab masalah itu karena memang mereka juga belum bisa melakukan investigasi terlalu jauh.

Saya tidak tahu ya kalau market luar. Karena kan ini kita bukan campaign yang hanya buat kita di Indonesia marketnya. Tapi, kalau di luar, mungkin yang dipakai di platofrm e-commerce yang harus bayar terlebih dahulu baru terjadi konversi. Itu mungkin ga tahu tuh bagaimana hasilnya. Saya belum ada pengalaman ke sana.

Tapi, untuk market Indonesia yang saya bilang tadi, jika konversinya terhitung di WhatsApp atau di form yang belum terjadi real transaksi gitu. Saya lihat ada banyak dan besar get-nya. Kenapa banyak tercatat di dashboard tapi realitanya tidak ada? Begitu analoginya.

Silahkan nanti teman-teman tulis komentarnya. Saya juga butuh teman diskusi.

Jadi, memang dengan adanya keterbatasan itu, saat ini performance max juga tidak terlalu banyak yang bisa dilakukan menurut saya. Jadi, jenis-jenis campaign seperti itu, contohnya performance max atau discovery campaign sebenarnya hanya diberikan beberapa plihan. Bukan pilihan juga tapi beberapa fitur untuk kita memberikan signal yang akan digunakan oleh sistem.

Sebagai contoh, misalnya ya poin pertama adalah masalah aset. Nah, masalah aset ini kan menjadi hal yang harus kita manfaatkan karena itu menjadi satu fitur yang bisa kita optimalkan. Jadi, kita dituntut harus mampu membuat aset yang menarik, membuat ad copy yang bisa menarik perhatian, dan seterusnya. Tuntutannya sekarang dipikir-pikir jadi ke sana. Bukan hanya sekedar technical skill yang kita miliki.

Nah, kemudian juga kita harus bisa membaca target market kita karena audience signal itu jadi salah satu poin penting berikutnya. Jadi, kita masukkan beberapa audience, nanti sistem akan mengolah signal tersebut.

Signal tersebut akan diolah dan akan menentukan siapa target audience-nya. Tentu juga budget. Biasanya kalau campaign yang jenis seperti ini butuh budget-nya besar untuk bisa running well atau bisa maksimal kerjanya.

Jadi, kalau yang terbiasa dengan budget kecil kayaknya ga tahu nih coba silahkan komentar lagi gimana gitu. Itu untuk jalanin jenis campaign yang semi-automated gini.

Dari saya sih beberapa poin itu memang ke depannya jadi kita akan banyak dihadapkan dengan hal-hal yang serba otomatis. Yang kita ga tahu mungkin 5 tahun kedepan jangan-jangan hanya tersisa performance max dan kita hanya bikin 1 campaign untuk semua channel atau semua network. Kita tidak tahu juga apakah sampai seperti itu? Dan ketika kondisinya ke sana, berarti apa yang harus kita persiapkan dari sekarang?

Pasti tidak 100% 1 kali klik langsung berhasil. Pasti ada hal-hal lain yang kita juga harus turut campur tangan untuk memaksimalkan campaign itu. Salah satunya tadi ya dengan kita belajar bagaimana memahami audience. Saya pikir itu pasti akan dipakai terus ya. Bagaimana membuat offer yang menarik. Jadi, balik lagi ke fundamental.

Oke, seperti itu saja dari saya di video kali ini. Yuk kita coba diskusi, saya juga mungkin butuh banyak masukan karena ini juga hal yang baru dan kita bisa belajar karena kita bisa berbagi informasi seperti ini.

Thank you semuanya.

Leave a Comment

%d bloggers like this: