Cara Cek Laporan Placement Campaign di Google Ads

Pernah penasaran iklan Google Ads-mu muncul di mana aja? Apakah benar-benar tayang di tempat yang relevan atau justru di website dan aplikasi yang nggak sesuai dengan target bisnismu?

Nah, kalau kamu menjalankan campaign Demand Gen, Video, atau Display, kamu bisa melihat laporan placement dengan cara yang cukup mudah. Tapi, banyak yang masih bingung karena tampilan di dashboard Google Ads bisa bikin pusing kalau nggak tahu caranya.

Di artikel ini, kita bakal bahas cara cek laporan placement di Google Ads, plus bagaimana kamu bisa mengoptimalkan placement agar iklan lebih efektif. Yuk, langsung aja kita bahas!

Kenapa Laporan Placement Itu Penting?

Laporan placement di Google Ads menunjukkan di mana saja iklanmu tayang, baik itu di YouTube, website, atau aplikasi. Nah, data ini penting banget karena:

  • Bantu evaluasi performa iklan: Apakah iklan muncul di tempat yang benar-benar mendatangkan hasil?
  • Hindari pemborosan budget: Kalau ada placement yang menyedot anggaran tapi nggak ada konversi, bisa langsung di-exclude.
  • Optimasi iklan supaya lebih efektif: Fokuskan iklan hanya di tempat yang berkualitas dan sesuai target audience.

Jadi, kalau kamu belum pernah cek laporan placement, ini saatnya buat mulai ngeceknya!

Cara Cek Laporan Placement di Google Ads

Buat melihat di mana iklanmu ditayangkan, ikuti langkah-langkah berikut:

1. Masuk ke Laporan Placement di Google Ads

  • Login ke akun Google Ads kamu.
  • Klik menu Campaigns.
  • Pilih Insights and reports.
  • Klik When and where ads showed.

2. Pilih Campaign yang Ingin Dilihat

  • Klik tab Where ads showed.
  • Pilih campaign yang ingin dicek dengan klik Select a campaign di bagian atas.
  • Tentukan rentang waktu yang ingin dilihat (misalnya 7 hari terakhir atau bulan ini).

3. Cek Daftar Placement

Setelah itu, kamu akan melihat di mana saja iklanmu muncul.

  • Campaign Demand Gen: Placement terbanyak biasanya di YouTube Channel.
  • Campaign Display: Placement terbanyak biasanya di website atau aplikasi.
  • Campaign Video: Placement terbanyak biasanya di YouTube Channel.

Buat mengatur tampilan data sesuai kebutuhan:

  • Klik Columns untuk menambahkan metrik yang ingin ditampilkan.
  • Centang placement yang ingin dilihat lebih detail, lalu klik View details.

Apa yang Harus Dilakukan Setelah Melihat Laporan Placement?

Setelah mendapatkan laporan placement, langkah selanjutnya adalah evaluasi performa iklan.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan:

  • Placement yang menyerap budget tinggi tapi nggak ada konversi: Sebaiknya di-exclude supaya iklan lebih efisien.
  • Website atau aplikasi yang nggak relevan dengan bisnis kamu: Misalnya, kalau jualan produk bisnis tapi muncul di game anak-anak atau aplikasi kencan.
  • Placement di situs berbahasa asing yang nggak sesuai target market: Misalnya, target kamu Indonesia, tapi iklan sering muncul di website berbahasa Rusia atau Spanyol.

Kalau menemukan placement yang nggak efektif, langsung exclude biar budget iklan nggak terbuang percuma.

Gunakan Placement Exclusion List untuk Optimasi Iklan

Supaya lebih gampang dalam ngefilter placement yang kurang berkualitas, kamu bisa menggunakan placement exclusion list.

Apa itu Placement Exclusion List?

Placement exclusion list adalah daftar lebih dari 100.000 placement yang siap diblokir, termasuk:

  • Channel YouTube anak-anak
  • Website dengan konten nggak relevan
  • Aplikasi game
  • Dating app

Kalau kamu pakai daftar ini, iklanmu bisa lebih tertarget sejak awal tanpa perlu cek satu per satu secara manual.

Tapi ingat!

  • Jadikan ini sebagai fondasi awal. Setelah itu, tetap cek laporan placement secara berkala untuk melihat apakah ada placement lain yang perlu di-exclude.
  • Bukan semua placement harus dihapus. Ada beberapa placement yang mungkin kelihatannya nggak relevan, tapi performanya bagus.

Jadi, selalu lakukan pengecekan dan optimasi secara rutin ya!

Kesimpulan

Melihat laporan placement itu penting banget buat memastikan iklan Google Ads kamu tayang di tempat yang tepat dan mendatangkan hasil terbaik.

Singkatnya:

  • Cek laporan placement secara rutin di Google Ads
  • Evaluasi apakah ada placement yang boros budget tapi nggak menghasilkan konversi
  • Gunakan placement exclusion list sebagai langkah awal optimasi
  • Tetap pantau dan lakukan penyesuaian placement agar campaign makin efektif

Semoga panduan ini membantu! Jangan lupa terus optimasi iklan supaya hasilnya makin maksimal.

Aulia Rahmah
Hai saya Aulia Rahmah. Content Marketing Specialist.

Menggunakan Google Ads sejak 2010. Saat ini mengelola puluhan akun aktif di Digimaya dengan total ad spend Rp 33+ miliar per tahun. Google Premier Partner & Google Product Expert Gold.

Mau Belajar Lebih Dalam?

Artikel ini Baru Permukaannya

Pilih program yang paling sesuai kondisi kamu — semua dipandu langsung oleh Renra Sedoya.

🟢 Pemula
Google Ads Bootcamp

Belajar dari nol sampai bisa setup dan jalankan sendiri dalam 6 hari live intensif.

  • 6 hari Live Zoom intensif
  • Praktek langsung di akun sendiri
  • Garansi uang kembali 100%
Lihat detail
🟡 Privat 1-on-1
Mentor 1-on-1

Pendampingan privat langsung di akun kamu — personal dan spesifik ke bisnis kamu.

  • Sesi privat via Zoom
  • WhatsApp support antar sesi
  • Hanya 3 peserta per bulan
Lihat detail

Tidak yakin mana yang paling cocok? Tanya dulu — gratis, tanpa tekanan.

Chat via WhatsApp