Cara Mengetahui Apa yang Pengunjung Cari di Website

Dengan menggunakan Google Analytics, anda bisa melacak apa saja yang dicari oleh pengunjung website.

Misalnya, di website detik.com anda akan menemukan kotak pencarian seperti ini.

Ketika anda memasukan keyword dan tekan enter maka halaman websitenya akan menampilkan berita sesuai dengan keyword yang anda gunakan, sekaligus keyword tersebut akan ditampilkan dibagian URL.

Kata “query” pada URL di atas disebut sebagai Query Parameter dan “covid+19” adalah valuenya.

Cara set up site search di Google Analytics

Masuk ke menu admin > tentukan account, property, dan view yang anda gunakan > klik menu View Settings.

view

Pada halaman view settings, aktifkan fitur site search tracking, lalu tulis nama query parameternya dan centang opsi strip query parameters out of URL.

*Catatan: nama query parameter untuk setiap website bisa berbeda-beda. Misalnya pada website WordPress, query parameternya adalah “s”.

site-search-option

Jika sudah selesai jangan lupa klik tombol save.

Cara melihat data search term

Masuk ke menu Behavior > Site Search > Search Terms.

ga-search-term

Berikut contoh data search terms dari website renrasedoya.com

search-term-result

Terutama untuk anda yang menjual produk di website, data search terms ini sangat penting karena anda akan tahu apa yang orang cari dan mungkin anda belum memiliki produk tersebut 🙂

Cara Membuat Audience List dari Google Analytics

Selain bisa langsung membuatnya di Google Ads, anda juga bisa membuat audience list menggunakan data Google Analytics.

Bahkan, anda bisa membuatnya dengan kriteria yang jauh lebih detail ketimbang opsi yang ada di Google Ads itu sendiri.

Langsung saja kita praktekan yuk 🙂

Pastikan akun Google Ads anda sudah terhubung dengan akun Google Analytics.

Jika belum, baca: Cara menghubungkan Google Analytics property dengan akun Google Ads.

Jika sudah login ke akun Google Analyticsnya, silahkan masuk ke menu admin > pilih akun > pilih property.

Pada bagian property, klik menu Audience Definitions > Audiences.

Untuk membuat audience yang baru, klik tombol New Audience.

Ada 3 langkah yang harus anda tentukan.

Pada langkah 1 anda diminta untuk menentukan View (sumber data).

Langkah kedua, anda bisa memilih langsung audience yang sudah dibuatkan otomatis oleh sistem (seperti all users, new users, dll) atau klik tombol Create New untuk membuat audience baru sesuai kriteria yang anda inginkan.

Kemudian akan muncul popup seperti di bawah ini.

Di sini, anda bisa membuat audience baru sesuai kriteria yang anda butuhkan. Bisa berdasarkan demographics, technology, behavior, traffic sources, dll.

Salah satu kelebihan membuat audience list lewat Google Analytics adalah anda bisa membuat kriteria yang sangat granular atau detail.

Jika anda sudah membuat kriterianya, jangan lupa klik tombol Apply.

Berikan nama yang sesuai untuk audiencenya lalu klik tombol Next step.

*Membership duration adalah seberapa lama user akan berada pada audience list ini. Rentang harinya mulai dari 1-540 hari.

Langkah ke 3, tentukan akun Google Ads yang menjadi tujuan dari audience list ini.

Akun Google Ads yang bisa anda pilih di sini adalah akun Google Ads yang sudah anda hubungkan dengan akun Google Analytics ini.

Langkah terakhir, klik tombol Publish.

Sekarang anda bisa cek audience listnya di akun Google Ads.

Klik menu tools & settings > audince manager.

Di halaman audience lists anda akan melihat nama audience yang sebelumnya sudah dibuat di Google Analytics.

Selesai 🙂

Cara Menghubungkan Google Analytics Property dengan Akun Google Ads

Menghubungkan Google Analytics property dengan akun Google Ads, memungkinkan anda untuk mengirimkan dan menggunakan data diantara kedua platform tersebut.

Misalnya anda dapat:

  • Menggunakan data audience dari Google Analytics di akun Google Ads anda untuk iklan remarketing.
  • Import Goal dari Google Analytics ke akun Google Ads anda.
  • Menggunakan beberapa metrics Google Analytics di akun Google Ads anda.

Caranya: Login ke Google Analytics > Masuk ke menu Admin > Pilih property yang anda ingin hubungkan > klik Google Ads Linking.

Pilih akun Google Ads yang ingin anda hubungkan, lalu klik Continue.

Jika akun Google Adsnya belum ada di daftar ini, itu disebabkan karena email yang anda gunakan di Google Analytics belum menjadi admin di akun Google Ads anda, atau anda menggunakan email yang berbeda untuk kedua akun tersebut. Silahkan ubah dulu akses levelnya menjadi admin atau invite dulu emailnya ke dalam Google Ads.

Anda bisa edit judulnya dan aktifkan view yang ingin anda gunakan, lalu klik Link accounts.

Terakhir jangan lupa klik tombol Done. Selesai!

Cara Melacak Traffic dengan UTM Parameter

Dengan UTM parameter anda dapat melacak interaksi visitor lewat URL website anda.

Contoh: Anda menyisipkan link promosi di email marketing. Kemudian dengan Google Analytics anda ingin melacak beberapa informasi tertentu dari link promosi tersebut.

Dengan memberikan UTM parameter pada link promosi tersebut, anda dapat menentukan secara spesifik nama sumbernya, medianya, dan juga nama campaignnya.

Misalnya nama sumbernya adalah email, medianya adalah link promosi, nama campaignnya adalah promo akhir tahun.

Salah satu hal unik dari UTM parameter adalah walaupun link promosinya anda share dimanapun (baik itu di email, website, facebook, atau yang lainnya) tapi informasi yang dikirim akan selalu tetap sesuai dengan nama source, medium, dan campaign yang anda tentukan diawal.

Okay, sekarang kita langsung praktek saja ya membuat UTM parameternya.

Caranya, kunjungi Campaign URL Builder. Isi field website URL, campaign source, campaign medium, dan campaign name dengan informasi yang sesuai dengan website dan campaign anda. Perlu diperhatikan bahwa field website URL adalah halaman yang akan dikunjungi setelah orang mengklik link promosi anda.

Lihat contoh yang saya tulis di bawah ini.

Campaign URL Builder

Pada bagian bawahnya, anda akan melihat UTM parameter dalam format yang panjang. Anda bisa convert menjadi format yang lebih pendek dengan mengklik tombol Convert URL to Short Link.

Campaign URL Builder

Jika sudah berhasil di convert, klik tombol Copy URL. Silahkan gunakan URL tersebut untuk anda sisipkan di dalam konten email marketing anda.

Campaign URL Builder

Anda juga bisa mengetesnya dengan cara akses URL tersebut pada browser. Setelah itu, login ke Google Analytics lalu masuk ke menu Realtime > Traffic Sources.

Google Analytics

Di sana anda akan melihat data Source, Medium, dan Campaign dari URL yang sebelumnya anda kunjungi. Informasi tersebut dikirim ke Google Analytics lewat UTM parameter yang anda buat sebelumnya.

Google Analytics

Kedepannya semua informasi tersebut dapat anda lihat di menu Acquisition > All Traffic > Source/Medium. Di sana anda bisa melihat banyak metric seperti jumlah user, session, bounce rate, bahkan sampai data conversion yang bersumber dari link UTM parameter tersebut.

Google Analytics

Sip, semoga artikel ini bermanfaat buat anda 🙂

Jika anda yang ingin ditanyakan, silahkan tulis pertanyaannya pada kolom komentar.

 

Cara Install Google Analytics dengan Google Tag Manager

Google Analytics adalah layanan gratis dari Google yang menampilkan data statistik pengunjung website, seperti: siapa saja pengunjung website anda, mereka datang darimana, aktivitas apa saja yang mereka lakukan di website, berapa lama mereka menghabiskan waktu di website, dll.

Sedangkan Google Tag Manager adalah tool untuk memasang kode tag seperti kode dari Google Analytics, Google Ads, Facebook dll.

Untuk cara install Google Analytics dengan Google Tag Manager, silahkan play 2 video berikut ini:

Cara Install Google Tag Manager

Cara Install Google Analytics