Webinar Google Ads: The Ultimate Guide To Google Ads (Basics) – Part 1

Transcript Video:

Terima kasih yang sudah hadir di acara webinar kali ini. Terima kasih juga untuk mas Sugi dari Tazada sebagai penyelenggara sesi webinar malam ini. Saya Renra Sedoya yang akan membawakan materi untuk malam ini tentang The Ultimate Guide to Google Ads.

Ini sebenarnya materi fundamental atau materi basic. Tapi menurut saya justru yang basic ini kalau tidak kita terapkan atau tidak kita perhatikan dengan baik, justru malah bisa mengurangi opportunity kita untuk mendapatkan hasil yang maksimal.

Ini part 1 kurang lebih 30-40 menit saya akan menjelaskan materi. Nanti kita lanjut ke sesi diskusi atau sesi tanya jawab sebelum masuk lagi ke part 2.

Saya mau masuk ke slide yang 1. Kita lihat dulu agenda untuk sesi 1. Agendanya kita akan membahas tentang:

  • Consumer Journey
  • Anatomy of Google Results Page
  • Anatomy of Search Ads
  • Search Auction
  • Quality Score
  • Account Structure
  • Keyword Grouping
  • Keyword Research
  • Keyword Match Types
  • Negative Keywords

Ini hal-hal yang paling fundamental menurut saya yang teman-teman harus ketahui.

Berapa Banyak Orang yang Menggunakan Google untuk Membeli Sesuatu?

Saya akan mulai dari sebuah data terlebih dahulu. Sebenarnya data ini agak lama, cuma justru slide yang saya ambil ini belum lama saya dapat dari Google juga. Jadi, data ini berasal dari Global Web Index. Tahun 2017 sebenarnya dia kasih tahu bahwa

“60% Indonesian consumers use Google Search for online research prior to purchase”.

Jadi ada sebanyak 60% konsumen Indonesia selalu menggunakan Google Search saat melakukan riset sebelum membeli produk atau sesuatu secara online. Mungkin dari data ini juga kita bisa tanyakan sama diri sendiri, “bagaimana sih ketika kita mau membeli sebuah produk?”

Tentunya, yang kita lakukan salah satunya adalah melakukan riset. Sebagai contoh, kita sedang ingin membeli kamera untuk vlog. Pasti banyak teman-teman yang belum tahu banyak tentang kamera dan pasti akan mencari tahu kamera apa sih yang cocok untuk vlog atau untuk pemula. Selian itu, kita juga bisa mencoba cari reviewnya misalnya dengan mengetikkan “camera for vlogging review”. Baik itu di Google atau di YouTube. Nah, itu kan yang biasa kita lakukan?

Sebenarnya Google Ads ini bisa kita manfaatkan agar bisnis kita bisa muncul di saat konsumen tersebut mencari tahu atau sedang melakukan riset. Jadi, kita bisa memanfaatkan kondisi tersebut.

Apa itu Search Ads?

Di sini ada 1 video, ini sebenarnya teman-teman juga saya yakin sudah tahu, tapi coba kita samakan persepsi dengan melihat video ini, apa sih search ads itu?

Ini resmi atau official dari Google Ads untuk videonya. Kita play dulu aja sebentar:

Oke, jadi inti dari isi videonya adalah sedikit gambaran tentang Google Ads atau Search Ads. Karena kalau kita bicara tentang Google Ads meluas ya. Tapi, ketika kita belajar Google Ads selalu mulainya dari Search Ads.

Kita lanjut ya, jadi kurang lebih gambarannya seperti itu ya. Seperti contoh dalam video, dimana saat ada orang yang sedang mencari “flower” atau “bunga” di Google dan misalnya kita seolah-olah sebagai pemlik bisnis florist yang tentunya menyediakan banyak bunga, kita bisa hadir di potential customer yang membutuhkan bunga tersebut.

Costumer Journey

Bagian ini adalah tentang consumer journey. Jadi, perjalanan konsumen ya.

  • Discovery
  • Research
  • Brand Consideration
  • Purchase
  • Loyalty

Dari awalnya mungkin belum tahu produk kita, lalu dia menemukan bahwa “oh, ternyata ada nih brand ini” yang bisa memberikan solusi terhadap problem-nya hingga akhirnya dia jadi customer yang loyal terhadap brand kita.

Google Ads di sini bukan hanya bisa digunakan untuk menjangkau orang-orang yang sudah tahu akan produk kita, karena biasanya yang paling sering kan kita ambil di bagian Purchase atau Loyalty. Atau terutama pada bagian purchase ya misalnya kita menjual produk A, lalu kita menargetkan orang-orang yang memang sudah tahu dengan produk tersebut dan kita berharap orang tersebut beli produk itu.

Nah, padahal Google Ads juga sebenarnya bisa menjangkau atau bisa dimanfaatkan untuk menjangkau orang-orang yang memang masih ada dalam fase Discovery. Discovery ini kita kategorikan sebagai orang yang sebenarnya belum kenal dengan brand kita, tapi dia punya probem yang mana problem-nya itu bisa diselesaikan dengan produk yang kita tawarkan.

Kemudian dia Research seperti ini, dia sudah mempertimbangkan suatu brand, lalu dia mencari review-nya dan seterusnya hingga akhirnya mungkin dia ada fase dimana dia sudah mengenal brand tersebut dan memilih untuk membeli produk tersebut.

Jadi, sangat luas ya kalau saya misalnya terlibat satu project dengan brand besar. Brand besar itu biasanya dibantu langsung oleh Google juga untuk pembuatan plan-nya dan selalu disarankan mereka bisa meng-cover semua fase ini. Bukan hanya yang Purchase atau Loyalty saja. Tapi yang Consideration atau bahkan yang Discover atau Research mungkin kita kenalnya sebagai Awareness. Jadi sama saja ada fasenya. Dan mungkin gampangnya 3 fase saja:

  • Awareness
  • Consideration
  • Conversion

Nah, fase Conversion memang yang paling kita nantikan karena di fase itu biasanya akan terjadi konversi atau orang akan menghubungi kita atau sign up atau membeli produk. Tapi, di fase Awareness atau Consideration itu kita hanya mencoba untuk bisa lebih dikenal. Tapi, dari keyword-nya pun kalau kita menggunakan channel Search Ads atau kalau dalam dunia digital marketing agency kita kenalnya sebagai SEM (Search Engine Marketing) ya itu keyword-nya juga begini sama seperti yang dicontohkan di sini:

  • “Cara Menghilangkan Bau Mulut”
  • “Pasta Gigi Terbaik”

Sehingga kalau kita mencari “cara menghilangkan bau mulut” kan nanti ada banyak banget caranya ga selalu misalnya “Pepsodent” atau “Laserine” tapi akan ada banyak juga produk-produk lainnya. Dan besar kemungkinan juga kita akan bertemu dengan kompetitor yang mungkin punya unique selling proposition yang sangat bagus.

Seperti itulah bagaimana kita bisa coba meluaskan jangkauan audience lewat campaign tersebut. Jadi bisa dibuat seperti itu.

Tapi, balik lagi kalau misalnya saya terlibat dalam project yang mungkin buat para UMKM atau mungkin small business, mereka biasanya mencoba untuk coba maksimalkan dulu di Purchase. Mungkin tidak mengejar keyword brand, tapi mengejar 1 keyword yang memang intennya sangat atau cukup kuat untuk terjadi Purchase.

Misalnya dengan megetikkan:

  • “Produk A fungsinya apa”
  • “Harga prdouk A berapa”

seperti itu.

Anatomy of Google Results Page

Ini kita back to basic banget ya, Anatomi dari Google Search Page. Di hasil pencarian Google itu, tentu teman-teman sudah bisa membayangkan ya bukan hanya iklan saja yang muncul tapi juga ada yang organik. Kita sebut itu hasil dari teman-teman yang menjalankan SEO (Search Engine Optimization). Dimana saat kita mengetikkan search term tertentu atau search query, maka akan muncul hasilnya. Bisa dalam bentuk organik atau SEO atau juga SEM (Search Engine Marketing) yang tadi.

Nah, sementara untuk iklan itu sendiri atau search ads, ini juga punya beberapa bagian ya:

  • Headline
  • Description
  • Display URL
  • Extensions

Kalau kita lihat di sini, kita bisa melihat tulisan yang dikasih border warna ungu ini bagian dari Headline, lalu ada Description-nya, lalu yang warna hijau ini Display URL.

Dan di dalam Display URL ada Final URL, dimana ketika teman-teman mengklik ini, nantinya akan masuk ke halaman landing page. Ini berarti, antara Final URL dan Display URL yang terlihat di sini bisa berbeda. Jadi, kita bisa meng-custom apa saja yang ingin kita tampilkan dalam bentuk Display URL.

Kemudian, iklan juga tentu sering muncul bersama dengan informasi-informasi lainnya yang bisa kita sebut sebagai Extensions. Contohnya seperti ini. Tidak semua iklan bisa muncul seperti ini. Tapi, iklan yang muncul di bagian atas biasanya akan dimunculkan juga extensions-nya. Tergantung dengan extensions yang sudah kita siapkan.

Jadi, akan ada banyak extensions. Mungkin jumlahnya 10 lebih walaupun tidak bisa kita gunakan semua. Nanti Google sendiri yang akan mengatur extensions mana yang kira-kira akan dimunculkan. Google akan punya prediksi dari sistemnya sendiri ketika extensions itu dimunculkan apakah bisa berdampak terhadap performance dari iklan?

Kalau misalnya Google menganggap dengan dimunculkannya misalnya Site Link punya potensi diklik iklannya, ya Google akan memunculkan site link dan seterrusnya.

Transcript ini ditulis oleh Aulia, jika terdapat ketidaksesuaian antara video dan transcript, beritahu kami pada kolom komentar. Terima kasih.

Leave a Comment