About Renra Sedoya

Google Product Expert dan Top Contributor of Google Ads Community sejak 2017. Founder Komunitas Google Ads Indonesia dengan member aktif lebih dari 1500.

Cara Riset Keyword di Google Ads

Salah satu hal yang paling esensial dalam menjalankan search campaign adalah melakukan riset keyword.

Riset keyword dilakukan untuk menemukan ide keyword yang relavan dan potensial.

Dalam video tutorial ini, saya menjelaskan langkah mudah melakukan riset keyword dengan menggunakan beberapa tool gratis seperti keyword planner dan keyword everywhere.

Okay, untuk lebih jelasnya langsung saja play video di bawah ini.

Cara Membuat Iklan Semakin Relevan dengan Keyword Insertion

Dengan fitur keyword insertion, teks iklan dapat disesuaikan secara otomatis berdasarkan search term yang diketikan oleh user. Sehingga akan membuat teks iklan menjadi semakin relevan.

Cara kerja keyword insertion

Saat user mengetikan search term di Google, sistem akan memilih salah satu keyword yang memicu munculnya iklan. Jika sesuai, keyword tersebut akan digunakan sebagai teks iklan.

Contoh: Kamu punya ad group Kue Kering yang di dalamnya terdiri dari 3 keyword yaitu jual kue kering lebaran, jual kue kering kiloan, dan jual kue kering kacang serta memiliki iklan yang menggunakan keyword insertion.

Berikut syntax keyword insertion pada iklan.

keyword insertion

Saat ada user yang mengetikan search term jual kue kering lebaran maka headline 1-nya akan menjadi jual kue kering lebaran.

keyword insertion

Jika usernya mengetikan jual kue kering kiloan maka headline 1-nya akan menjadi jual kue kering kiloan.

keyword insertion

Begitu juga jika usernya mengetikan jual kue kering kacang maka headline 1-nya akan menjadi jual kue kering kacang.

keyword insertion

Mantap kan? hehe…

Jadi walaupun kamu cuma punya 1 iklan, user bisa melihat iklan yang berbeda-beda sesuai dengan apa yang mereka ketikan di Google.

Tapi perlu diingat bahwa, search term tidak harus sama persis dengan keyword yang ada di dalam ad group. Dan jika keyword melebihi batas jumlah karakter dari headline 1, maka headline 1 akan menggunakan default teksnya yaitu Jual Kue Kering.

Selain di headline, penggunakan keyword insertion juga bisa di bagian path maupun description.

Untuk lebih jelasnya silahkan play video berikut ini:

Cara Membaca Data Berdasarkan Goal yang Ingin Dicapai

Menentukan goal dan KPI (key indicator performance) adalah bagian yang sangat penting dalam beriklan.

Setiap pengiklan bisa saja memiliki goal dan KPI yang berbeda-beda sesuai dengan apa yang ingin mereka capai.

Apakah mereka ingin fokus membangun brand awareness, meningkatkan banyak traffic, atau memaksimalkan jumlah calon pembeli.

Jika kamu ingin fokus membangun brand awareness, mungkin kamu bisa menggunakan display atau video campaign serta fokus pada metrik impression, impression share, cost-per-thousand viewable impressions (vCPM) dan cost-per-view (CPV).

Baca: Mengukur Brand Awareness Di Google Ads

Jika kamu ingin meningkatkan banyak traffic ke website, kamu bisa menggunakan bidding maximize click dan fokus pada metrik click, CTR, CPC, serta mengoptimalkan waktu loading websitenya.

Dan jika kamu ingin memaksimalkan jumlah calon pembeli, pastikan kamu sudah memasang conversion trackingnya di website, menggunakan smart bidding (Target CPA, Target ROAS, Maximize conversions, Maximize conversion value, atau Enhanced CPC), serta mengoptimasi semua hal yang bisa menjadi pemicu terjadinya tindakan conversion di website kamu.

Baca: Bagaimana Cara Smart Bidding dalam Memaksimalkan Conversion

Untuk lebih jelasnya silahkan play video di bawah ini:

Baca: Cara Membuat Campaign Experiment

Kenapa Iklan Saya Tidak Tayang?

Salah satu pertanyaan yang paling sering ditanyakan oleh pemula adalah kenapa iklan saya tidak tayang?

Sebelum mencari tahu penyebab kenapa iklan kamu tidak tayang, ada beberapa hal yang kamu harus pahami dulu:

  • Walaupun search term yang kamu gunakan sudah sama persis dengan target keyword dan kamu berada dalam lokasi yang ditargetkan, iklan tidak selalu muncul setiap kali kamu mencarinya di Google, karena ada banyak faktor yang mempengaruhinya termasuk budget, ranking, user signal, dll.
  • Untuk memantau performa iklan harusnya kamu melihat tabel laporan yang ada di dalam akun Google Adsnya, bukan mengeceknya langsung di Google.
  • Kalau kamu sudah melihat tabel laporan, pastikan juga rentang tanggal yang dipilih sudah benar. Perlu diingat bahwa data laporan di Google Ads itu tidak real-time.
  • Lihat kolom impression untuk mengetahui berapa kali iklan ditayangkan selama rentang tanggal yang kamu pilih.

Jika kolom impression ternyata memang menunjukan data 0, masalahnya bisa jadi disebabkan oleh beberapa hal berikut:

  • Akun sedang ditangguhkan
  • Saldo tidak mencukupi
  • Harga bid yang terlalu rendah
  • Volume keyword yang terlalu sempit. Biasanya ini ditandai dengan status keyword “low search volume”. Baca: Apa yang harus dilakukan untuk keyword yang low search volume?
  • Tidak ada iklan yang aktif
  • Iklan masih under review
  • Iklan ditolak karena pelanggaran

Kamu juga bisa mencari tahu alasannya lewat Ad Preview and Diagnosis tool dan menggunakan alat ini untuk mengidentifikasi masalahnya.

Jika kamu masih belum juga menemukan masalahnya, please let me know.

Punya Masalah di GTM dan Ingin Saya Bantu Cek Masalahnya?

Jika kamu punya masalah di GTM dan ingin saya bantu cek masalahnya, lakukan cara berikut ini.

1. Login ke akun GTMnya dan masuk ke container yang kamu inginkan.

2. Klik tombol Preview yang terdapat di bagian kanan atas.

preview mode

3. Setelah muncul banner orangenya, klik link Share Preview.

share preview

4. Nanti akan muncul pop up seperti screenshot di bawah ini. Pada bagian destination URL isikan URL dari halaman yang ingin dicek. Lalu, copy script yang ada di dalam kotak bawahnya dan kirim ke saya. Lewat script tersebut saya bisa melihat semua tags yang sudah kamu set up sebelumnya.

copy script

5. Kamu bisa menghubungi saya lewat chat di facebook atau lewat form ini.

Cara Melakukan Split Testing dengan Campaign Experiment

Drafts and experiments adalah fitur di Google Ads yang bisa kamu gunakan untuk melakukan split testing.

Misalnya, saat ini kamu sedang menjalankan campaign search atau display dengan menggunakan bidding maximize click.

Lalu di bulan berikutnya kamu ingin melakukan split testing antara maximize click vs target CPA.

Dengan skenario seperti di atas, kamu bisa memanfaatkan fitur drafts and experiments untuk melakukan split testing antar kedua bid strategy tersebut.

Sehingga nantinya kamu bisa membandingkan, hasil yang kamu dapatkan dari original campaign (maximize click) dan juga experiment campaign (target CPA).

Jika experiment campaign memberikan hasil yang lebih baik, tentu saja kamu bisa mengimplementasikan experiment campaign ini dan sekaligus menggantikan original campaign.

Baca: Kapan Sebaiknya Menggunakan Bidding Target CPA?

Tips Memilih Keyword yang Tepat

Menggunakan keyword yang tepat (relevan dan potensial) menjadi bagian terpenting dalam beriklan di Google Ads.

Sehingga, saya menyarankan agar kamu mau mengambil waktu yang cukup banyak untuk melakukan riset, mengumpulkan data, mempelajari, hingga memutuskan keyword apa saja yang harusnya kamu gunakan.

Berikut beberapa tips agar mendapatkan keyword yang tepat:

1. Posisikan dirimu sebagai calon customer

Pikirkan apa yang mungkin diketikan oleh calon customer di Google.

Umumnya, calon customer sedang memiliki problem dan mencari solusinya di Google.

Contohnya:

2. Pilih keyword yang cukup spesifik

Dengan menggunakan keyword yang cukup spesifik, iklan kamu akan lebih tertarget sehingga diharapkan dapat menghasilkan jumlah konversi yang optimal.

Tapi jangan juga terlalu spesifik karena bisa mempersempit peluang untuk menjangkau calon customer.

  • Contoh keyword yang yang terlalu luas: jual sepatu
  • Contoh keyword yang yang cukup spesifik: jual sepatu bola adidas
  • Contoh keyword yang yang terlalu spesifik: jual sepatu bola adidas original bekas

Untuk mengontrol keyword agar lebih tertarget, selalu gunakan tipe broad modifier / phrase / exact dan negative keyword.

3. Kelompokan keyword yang setema dalam 1 ad group

Jangan pernah menggabungkan semua keyword dalam 1 ad group. Setidaknya kelompokan dalam tema yang cukup spesifik.

Contohnya:

  • “Ad group promo” akan berisi keyword-keyword yang memiliki kata “promo”
  • “Ad group murah” akan berisi keyword-keyword yang memiliki kata “murah”
  • “Ad group jual” akan berisi keyword-keyword yang memiliki kata “jual”

4. Pertimbangkan untuk menggunakan close variant

Close variant adalah keyword yang serupa atau memiliki arti yang mirip.

Contohnya:

Keyword: Jual rumah jakarta selatan
Close variant: cluster jakarta selatan

Sekian dulu ya, jika ada pertanyaan, silahkan tulis di kolom komentar 🙂

Tips Membuat Struktur Campaign Google Ads Yang Baik

Membuat struktur campaign yang rapih adalah hal yang paling esensial dalam mengoptimasi campaign di Google Ads.

Hasil yang optimal tidak akan terlepas dari pembuatan struktur campaign yang maksimal.

Terus, bagaimana caranya membuat struktur campaign yang maksimal?

Hmm.. memang tidak ada rumus pastinya, mungkin tiap pengiklan punya caranya masing-masing.

Tapi lewat artikel ini saya hanya mau share beberapa tips yang bisa kamu ikuti untuk membuat struktur campaign yang baik di Google Ads.

1. Tentukan stuktur campaign dan ad group sejak awal. Kalau kamu mengatur ulang struktur campaign yang sudah berjalan apalagi jika hasilnya sudah bagus, bisa saja hal itu malah akan menggangu performa campaign tersebut.

2. Jangan selalu gabungkan semua produkmu dalam 1 campaign yang sama. Contohnya, kamu punya produk tas dan sepatu. Katakanlah, produk tas lebih laku daripada sepatu. Maka, buatlah 2 campaign masing-masing untuk produk tas dan sepatu lalu berikan budget yang lebih banyak untuk campaign tas.

3. Buatlah ad group dengan tema yang spesifik.

Contohnya:

  • “Ad group promo” akan berisi keyword-keyword yang memiliki kata “promo”.
  • “Ad group murah” akan berisi keyword-keyword yang memiliki kata “murah”.
  • “Ad group jual” akan berisi keyword-keyword yang memiliki kata “jual”.

4. Selalu gunakan target keyword pada teks iklan khususnya untuk Headline 1.

5. Selalu bikin minimal 3 iklan per ad group dengan berbagai format dan fitur iklan seperti responsive ad, dynamic keyword insertion, if function, ad extension, dll.

Okay sekian dulu, jika ada yang kurang dimengerti silahkan tulis pertanyaannya di kolom komentar ya.