Dulu, saya pernah menangani sebuah campaign Google Ads untuk klien yang menjual aksesoris gadget. Strateginya sudah matang, targeting sudah tepat, dan anggaran juga cukup besar. Tapi tiba-tiba, iklan mereka ditolak dengan alasan “pelanggaran merek dagang”. Klien pun panik, padahal mereka menjual produk dari merek terkenal, bukan menjual produk palsu. Dari pengalaman itu, saya belajar banyak tentang kebijakan merek dagang di Google Ads.
Kalau kamu beriklan di Google Ads, penting banget untuk memahami aturan terkait merek dagang agar iklanmu tidak tiba-tiba dibatasi atau bahkan ditolak. Khususnya jika kamu menjual produk dari brand besar, kebijakan ini bisa langsung berdampak pada performa campaignmu. Jadi, mari kita kupas tuntas!
Kenapa Google Sangat Ketat dengan Merek Dagang?
Google sangat menghormati hak pemilik merek dagang dan memastikan bahwa iklan di platformnya tidak melanggar hukum. Iklan yang menggunakan merek dagang tanpa izin bisa membingungkan pengguna dan merugikan pemilik merek. Karena itu, Google membatasi penggunaan merek dagang dalam iklan melalui beberapa aturan.
Tapi bukan berarti kamu sama sekali tidak boleh menggunakan merek dagang orang lain. Ada beberapa situasi yang diperbolehkan, misalnya jika kamu memang menjual produk secara resmi dan mendapat izin dari merek tersebut.
Situasi yang Diperbolehkan dan Tidak Diperbolehkan
Ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan agar iklan tidak terkena pembatasan merek dagang.
1. Dimana kamu menggunakan Merek tersebut
Diperbolehkan:
- Menggunakan merek dagang sebagai keyword.
- Menggunakan merek dagang di page path URL. Misalnya
www.renrasedoya.com/apple-watch.
Tidak Diperbolehkan:
- Menggunakan merek dagang pada ad copy khususnya jika kamu adalah pesaingnya langsung.
- Menggunakan merek dagang dengan cara yang menyesatkan atau membingungkan pengguna. Misal “Appl3 W4tch”.
2. Bagaimana Cara Menggunakan Merek tersebut
Diperbolehkan:
- Landing page yang memang menjual atau memfasilitasi penjualan produk resmi dari merek tersebut.
- Landing page yang berisi informasi edukatif tentang merek tersebut.
Tidak Diperbolehkan:
- Kamu mengiklankan produk dengan merek dagang pesaing langsung.
- Iklan yang mencantumkan merek dagang dengan cara yang bisa menipu pengguna.
Jadi, kalau kamu adalah reseller resmi atau menjual produk dari brand tertentu, pastikan landing pagenya mencantumkan informasi harga dan cara pembelian yang jelas. Ini bisa membantu iklanmu tetap lolos kebijakan Google. Tapi selebihnya Google sendiri yang akan menentukan iklannya bisa tayang atau tidak.
Bagaimana Jika Iklanmu Dibatasi karena Merek Dagang?
Kalau iklanmu tiba-tiba kena pembatasan merek dagang, jangan panik dulu! Ada beberapa langkah yang bisa kamu lakukan:
- Ajukan Banding. Jika menurutmu iklanmu tidak melanggar kebijakan, kamu bisa mengajukan banding melalui akun Google Ads. Biasanya, Google akan meninjau ulang dalam beberapa hari kerja.
- Hapus atau Edit Iklan yang Melanggar. Kalau ada beberapa iklan dalam akunmu yang melanggar dan beberapa tidak, kamu bisa menghapus iklan yang bermasalah tersebut lalu mengajukan banding untuk iklan yang sesuai dengan kebijakan.
- Gunakan Google Ads Trademark Troubleshooter . Ini adalah fitur dari Google yang bisa membantumu memahami penyebab pembatasan dan memberikan solusi yang tepat.
Jadi kesimpulannya adalah sebelum mulai beriklan, pastikan kamu sudah memahami aturan mainnya. Jangan sampai budget-mu tidak dimanfaatkan dengan optimal hanya karena ada kesalahan teknis yang seharusnya bisa dihindari. Jika kamu masih ragu atau ingin berdiskusi lebih lanjut, kamu bisa menghubungi tim Digimaya!